Categories: Lifestyle

Melancarkan Oksigen hingga Cegah Kanker, Ini Manfaat Gerakan Pakem Yoga Ashtanga

METROTODAY, SURABAYA – Berbeda dengan jenis yoga lain yang lebih luwes dan bervariasi, Yoga Ashtanga memiliki ciri khas aturan yang sangat ketat, di mana seluruh rangkaian gerakan telah dibakukan dan tidak boleh diubah urutannya ataupun dicampur dengan gaya lain.

Pengajar Yoga Ashtanga, Ian Barlianta, menjelaskan bahwa sistem ini murni mengacu pada apa yang telah disusun oleh pendiri aliran ini, Guruji Pattabhi Jois.

Setiap urutan gerakan memiliki makna dan tujuan tertentu yang saling berkaitan satu sama lain.

“Jadi pelatihan gerakannya itu yang dipakemkan oleh Guruji Pattabhi Jois bahwasanya semua gerakan yoga ada yang teman-teman lihat di pelatihan Ashtanga itu juga digerakkan oleh gerakan yoga yang lain. Tapi karena di Ashtanga itu berpola dan ber-sequence, pakemnya tidak akan di-mix dan tidak akan divariasi,” tegas Ian, Selasa (26/5).

Yoga Ashtanga dari India saat dipraktekkan oleh para peserta dibantu oleh instruktur. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Menurut Ian, ketertarikan masyarakat terhadap yoga semakin meningkat seiring kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup.

Ia menekankan bahwa yoga bukan sekadar olahraga fisik biasa, melainkan sebuah jalan penyatuan antara pikiran, perasaan, dan tubuh.

Prinsip dasarnya, tubuh yang sehat akan terbentuk jika jiwa dan pikiran seseorang dalam kondisi yang kuat dan sehat.

Bahkan, ia meyakini tubuh manusia memiliki kemampuan alami untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

“Yoga sebenarnya itu bagian daripada kehidupan, karena pada dasarnya, kita butuh keseimbangan. Untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupannya itu ya main tools-nya itu ya yoga. Jadi di dalam tubuh yang sehat itu terdapat jiwa yang kuat. Karena pada dasarnya tubuh kita itu bisa menyembuhkan dengan caranya sendiri,” paparnya.

Page: 1 2 3

Jay Wijayanto

Recent Posts

Indonesia Peringkat 3 Pencemar Plastik Dunia, Sekolah di Surabaya Ini Kampanyekan Kemasan Daging Kurban Bebas Kresek

Melawan arus kebiasaan umum yang masih lekat dengan penggunaan kantong plastik, sekolah ini menerapkan konsep…

2 hours ago

JMSI Jatim Siap Bersinergi dengan Disdik Gelar FGD Cari Solusi Program Pendidikan Khususnya MBG

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mendorong Jaringan Media Siber Indonesia…

4 hours ago

Konsisten Jalankan CSR Berkelanjutan, Tjiwi Kimia Kembali Sabet TOP CSR Awards 5 STAR

Komitmen PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (Tjiwi Kimia) dalam pengembangan bisnis sekaligus berkontribusi pada…

5 hours ago

Berkah Pengepul Kulit Hewan Kurban: Dari Pinggir Jalan ke Pabrik untuk Jaket Kulit hingga Rambak

Hari Raya Idul Adha membawa berkah bagi pengepul kulit hewan kurban di Surabaya. Seperti di…

6 hours ago

Tren Penyembelihan Kurban di Surabaya: Masyarakat Beralih Potong Langsung di Lapak, Lebih Praktis dan Bersih

Pola penyembelihan hewan kurban di kalangan masyarakat kini mengalami pergeseran. Jika dulu warga umumnya membeli…

14 hours ago

Warga Blitar Tewas Disambar KA Penataran di Wonocolo Surabaya, Uang Receh dan Gunting Ditemukan Berceceran

Seorang pejalan kaki asal Wonorejo, Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, ditemukan tewas di lokasi usai…

15 hours ago

This website uses cookies.