Categories: Lifestyle

Melancarkan Oksigen hingga Cegah Kanker, Ini Manfaat Gerakan Pakem Yoga Ashtanga

Lebih dalam, Ian mengungkapkan bahwa setiap gerakan dalam Yoga Ashtanga dirancang untuk melancarkan aliran oksigen dan darah ke seluruh bagian tubuh.

Hambatan atau kemacetan pada aliran tersebut dinilainya sebagai akar dari berbagai penyakit serius, mulai dari pembengkakan hingga risiko kanker.

“Semua gerakan saling berhubungan. Dari makna gerakannya satu ke gerakan yang lain, saling ada kaitannya. Dan gerakannya itu eksplorasi kepada semua bahwasanya ketika tubuh mengalami fleksibilitasnya, ruang geraknya itu banyak. Ketika ruang gerak kita banyak, untuk suplemen oksigen, darah, semuanya itu akan berjalan dengan lancar. Jadi ketika semua itu berjalan dengan lancar, tidak ada kemacetan. Ketika ada kemacetan pasti ada pembengkakan. Jadi ketika pembengkakan itu, bisa memunculkan kanker, penyakit-penyakit yang lain,” ungkap Ian.

Sistem pembelajaran dalam Yoga Ashtanga terbagi menjadi empat tingkatan level, dan tidak ada gerakan baru yang diciptakan di luar pakem yang ada.

Di tingkat paling dasar atau Primary Series, saja terdapat 84 gerakan atau asana yang harus dikuasai sepenuhnya.

Proses penguasaan ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, kedisiplinan tinggi, dan kesabaran luar biasa.

“Semua gerakan dipakemkan oleh Guruji Pattabhi Jois. Jadi gerakan-gerakan yang sudah ada dan ber-level itu ada 4 level dari Ashtanga itu sendiri. Dan gerakan satunya itu untuk level pertama itu butuh proses paling tidak bertahun-tahun untuk bisa menguasai semua gerakan untuk level satunya. Ada yang berlatih selama 10 tahun baru menguasai Primary Series. Setelah itu baru masuk ke Intermediate, lalu ke Advanced 1 dan 2. Bahwasanya yang ada di Indonesia ini paling banyak sedikit orang melakukannya, yang sampai Intermediate itu bisa dihitung jari,” terangnya.

Semakin tinggi tingkat kemampuannya, semakin dalam pula ketenangan dan kenyamanan hidup yang didapatkan, layaknya perjalanan dari menggunakan becak, motor, hingga mobil yang semakin nyaman.

“Manfaatnya sangat terasa. Bahwasanya ketika kita bisa menguasai diri dan pikiran kita, perasaan kita semuanya itu, setidaknya kenyamanan itu pasti akan tercipta. Dan levelnya itu akan menciptakan perbedaan itu. Kalau umpamanya kita sampai pada tingkatan level 4, ya seperti halnya dengan kita berkendara dengan menggunakan mobil,” ujarnya.

Mengenai kualitas materi yang diajarkan, Ian menjamin keaslian dan keabsahannya karena standar pengajaran tetap dipegang teguh sesuai mandat langsung dari para guru di India.

Page: 1 2 3

Jay Wijayanto

Recent Posts

99 Titik Masjid dan Musala Ramah Muktamirin Siap Sambut Peserta Muktamar NU ke-35 di Jombang

Menyambut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, pada 27–31…

2 days ago

Razia Pekat Sasar Dua Desa, Petugas Gabungan Sita 167 Botol Miras

Razia penyakit masyarakat (pekat) menyasar dua desa di Sidoarjo, Rabu (26/8) malam. Sita ratusan botol…

2 days ago

Semarak Merah Putih di Desa Doudo Gresik, BRI Dorong UMKM Tumbuh dan Perkuat Ekonomi Lokal

Di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Gresik, Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI menjadi ruang kolaborasi untuk…

2 days ago

Sah! Rafi Wibisono Pimpin KONI Sidoarjo, Bawa Misi Atlet Unggul, Sidoarjo Juara

M. Rafi Wibisono resmi memimpin KONI Kabupaten Sidoarjo. Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten…

3 days ago

Kadinkes Bantah Limbah Medis yang Viral Bukan Milik RSUD Eka Candrarini Surabaya

Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan RSUD Eka Candrarini (EC) membantah keras dugaan pembuangan limbah medis…

3 days ago

43,2 Juta Batang Rokok Ilegal Dibakar, Selamatkan Rp 36 M Kerugian Negara

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur I bersama KPPBC TMP…

3 days ago

This website uses cookies.