Categories: Kabar Haji

Operasional Haji Selesai, Masih Ada 19 Orang yang Dirawat di RS Arab Saudi dan RS Haji Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Rangkaian operasional ibadah haji tahun 2026 secara resmi selesai. Meskipun seluruh jemaah sudah kembali ke tanah air, masih terdapat sejumlah orang yang menjalani perawatan medis, baik di rumah sakit Arab Saudi maupun di fasilitas kesehatan dalam negeri.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan bahwa kondisi kesehatan jemaah haji tahun ini menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Salah satu indikatornya adalah penurunan angka kematian.

“Sampai saat ini tercatat ada penurunan kematian sekitar 20,6 persen jika dibandingkan tahun 2025. Jika tahun lalu mencapai sekitar 107 orang, maka tahun ini jumlahnya berkurang menjadi sekitar 85 orang saja. Rinciannya, satu orang meninggal saat di embarkasi, 6 orang di debarkasi, dan sekitar 78 orang meninggal dunia saat berada di Arab Saudi,” jelasnya, Sabtu (4/7).

Rosidi juga menyebut kondisi jemaah yang masih dalam perawatan sebanyak 16 orang masih menjalani pengobatan di rumah sakit Arab Saudi dengan rincian 7 orang mengalami gangguan saluran pernapasan, enam orang menderita penyakit jantung, dan satu orang lainnya mengalami keluhan kesehatan lain.

“Di dalam negeri sendiri, masih ada tiga orang jemaah yang terus dirawat di Rumah Sakit Haji. Sebelumnya ada lebih dari sepuluh orang yang dirujuk, namun sebagian besar sudah dinyatakan membaik dan dapat kembali ke daerah asal masing-masing,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar penyakit yang diderita jemaah dipicu oleh kondisi fisik dan lingkungan. Sebagian besar jemaah yang sakit adalah kelompok usia lanjut dengan rata-rata di atas 65 tahun. Ibadah haji yang membutuhkan tenaga fisik besar ditambah cuaca yang ekstrem serta perjalanan yang panjang menjadi faktor pemicu utama.

“Kebanyakan keluhan berkaitan dengan saluran pernapasan dan jantung. Kelelahan fisik setelah melaksanakan rangkaian ibadah, ditambah suhu udara yang panas, membuat kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya kambuh atau memburuk. Namun, sampai saat ini belum ada kasus yang tercatat sebagai serangan panas atau heatstroke,” tegasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya bersama jajaran penyelenggara telah melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan jemaah pada masa mendatang. Salah satu fokus utamanya adalah memperketat persyaratan kesehatan atau istithaah.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tanpa Melihat Tetap Presisi, Mahasiswa di Surabaya Ciptakan Timbangan untuk Barista Tunanetra

Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…

2 hours ago

Teken Kontrak Kinerja dan Surat Siap Mundur, Pejabat Surabaya Komitmen Capai Target

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…

3 hours ago

BRI Region 12 Surabaya Salurkan Paket Sembako ke Panti Asuhan dan Gereja, Kepedulian Sambut HUT RI

BRI menyalurkan bantuan paket sembako kepada sembilan panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial anak, dan gereja…

4 hours ago

Perda 4/2026 Berlaku, Penghuni Kos di Surabaya Kini Bisa Pakai Alamat Tempat Tinggal di KK dan KTP

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya menyiapkan sistem informasi khusus untuk mendata dan…

9 hours ago

Bertemu Bupati Subandi, HMI Sidoarjo Dukung Pemberantasan Miras dan Penanggulangan HIV/AIDS

Perwakilan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menemui Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn…

18 hours ago

Pimpin DPAC PKB Sedati, Rafi Wibisono Bawa Misi “Naik Kelas”

Regenerasi kepemimpinan mulai menjadi warna baru di tubuh PKB Sidoarjo. M. Rafi Wibisono dipercaya menjadi…

1 day ago

This website uses cookies.