Ia juga menceritakan keberanian Fardhan saat melaksanakan lempar jumrah. Pada hari pertama dan ketiga, anaknya berjalan sendiri ke lokasi, sedangkan hari kedua Siska meminta untuk beristirahat dan menggantikannya. Dalam pelaksanaan salat, Fardhan juga bergabung dengan jemaah laki-laki sesuai aturan di Masjidil Haram.
Fardhan berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan almarhum ayahnya yang meninggal dunia tiga tahun silam akibat penyakit kanker. Kini Fardhan dan ibundanya tinggal di Malang.
Sementara itu Kabid Bina Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)Provinsi Bali, Masruhan, mengatakan Fardhan terlihat sangat bahagia dan menikmati perjalanan ibadahnya. Mengenai bimbingan khusus bagi jemaah muda, ia menegaskan peran pendampingan orang tua menjadi kunci utama.
“Kebetulan Fardhan juga sedang menempuh pendidikan di pesantren, jadi pemahaman agamanya sudah cukup baik. Kami tetap mengingatkan agar selalu didampingi, dan selama perjalanan terlihat ibunya selalu menjaga dengan baik,” jelas Masruhan. (ahm)
Page: 1 2
Ketua DPRD Jatim M. Musyafak Rouf mengajak seluruh masyarakat untuk bersikap dewasa atas isu-isu yang…
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, tantangan menjaga persatuan bangsa kini tidak hanya terjadi…
Forkopimda, ormas, maupun perwakilan berbagam organisasi lain menghimbau masyarakat agar tidak percaya hoaks (berita palsu).…
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur telah berhasil mengidentifikasi…
Proses seleksi Dewan Pengawas dan Anggota Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS)…
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkoordinasi dengan pengelola mal di Kota Pahlawan agar tidak membangun…
This website uses cookies.