Categories: Kabar Haji

Jelang Kepulangan 1 Juni, 22 Jemaah Haji Jatim Wafat di Tanah Suci

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang kepulangan jemaah haji Jawa Timur yang dijadwalkan mulai tiba di tanah air pada 1 Juni mendatang, kabar duka turut menyertai perjalanan ibadah kali ini.

Terhitung sejak awal keberangkatan hingga pasca pelaksanaan Armuzna tercatat sejumlah jemaah telah dipanggil sang Khaliq saat menunaikan rukun haji di Tanah Suci.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, mengatakan per 28 Mei 2026 ada 22 jemaah asal Jawa Timur yang wafat selama menjalani ibadah haji tahun ini.

Jemaah yang wafat tersebut berasal dari Kabupaten Pasuruan 4 orang, Kota Malang 2 orang, Lamongan 2 orang, Bojonegoro 2 orang, Tulungagung 2 orang, Kabupaten Malang 2 orang, serta masing-masing 1 orang dari Gresik, Jombang, Kabupaten Probolinggo, Sidoarjo, Jember, Magetan, dan Lumajang.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Anam, Sabtu (30/5).

Anam menegaskan, pihaknya memastikan seluruh hak dan kewajiban terhadap jemaah yang telah meninggal dunia akan dipenuhi pemerintah sesuai prosedur resmi, mulai dari urusan administrasi hingga penyelesaian ibadah.

Khusus bagi jemaah yang meninggal dunia sebelum sempat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, Kemenhaj telah menyiapkan mekanisme badal haji.

“Badal haji bagi jemaah yang meninggal dunia akan diatur oleh petugas, dengan menunjuk pihak yang memenuhi syarat untuk melaksanakan ibadah haji atas nama jemaah tersebut,” jelas Anam.

Selain penyelesaian urusan ibadah, aspek kesejahteraan bagi keluarga yang ditinggalkan juga menjadi perhatian utama. Anam memastikan bahwa secara otomatis ahli waris akan menerima santunan asuransi kematian.

Meski nilai nominal pastinya masih menunggu regulasi terbaru yang berlaku tahun ini, ia berharap besaran santunan tersebut tetap setara dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp 35,6 juta.

“Secara otomatis mereka akan mendapatkan asuransi. Besarannya ini yang kami belum bisa memastikan karena nanti itu pasti akan ada aturan terkait dengan itu. Kalau kemarin kan sebesar BPIH. Nilainya kami belum berani mengatakan angka pasti, tapi kita berharap setara dengan nilai BPIH,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Keliling Kota Piala Dunia #14: Monterrey, Nonton Bola Berlatar Gugusan Pegunungan Sierra Madre

Berada di kaki Pegunungan Sierra Madre, Monterrey menjadi kota tuan rumah Piala Dunia 2026 yang…

1 day ago

Cegah Banjir saat Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai dan Pembersihan Afvoer

Normalisasi sungai dan pembersihan afvoer di Kota Delta tidak hanya digeber saat musim hujan. Pemkab…

2 days ago

Keliling Kota Piala Dunia #13: Guadalajara, Dari Birria Legendaris hingga Gemuruh Piala Dunia 2026

Guadalajara adalah jantung budaya negara tersebut. Kota kapital di negara bagian Jalisco ini dikenal sebagai…

2 days ago

Viral di Medsos, Pemotor Nekat Lintasi Rel KA Sidotopo Surabaya, KAI Kecam Keras Sanksi Menanti

Aksi nekat pengendara sepeda motor yang melintas di atas jalur rel kereta api kawasan Sidotopo…

2 days ago

Tanggul Lumpur Sidoarjo Bocor, DPR dan Pemkab Desak Penanganan Cepat

Luberan lumpur Sidoarjo kembali menjadi perhatian setelah tanggul di titik P10D mengalami kebocoran sejak Jumat…

2 days ago

Kemenangan Inggris atas Norwegia Diselimuti Jejak Makam Raja Alfred Penumpas Viking

Sejarah terkadang bekerja dengan cara yang luar biasa misterius, seolah menolak disebut sebagai kebetulan belaka.…

2 days ago

This website uses cookies.