Jemaah Haji di Embarkasi Surabaya Gelar Salat Gaib untuk Jenazah yang Wafat di Tanah Suci dan di Tanah Air

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang berakhirnya masa keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya pada 21 Mei mendatang, tercatat sebanyak 12 jemaah wafat di Tanah Suci dan satu orang meninggal di Rumah Sakit Haji Surabaya sebelum sempat berangkat.

Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas, jemaah dari kloter 107 hingga 111 menggelar salat gaib secara berjamaah seusai Salat Isya di Masjid Asrama Haji Surabaya, Selasa (19/5).

Pembimbing Ibadah Jemaah Haji Embarkasi Surabaya, Hasan Ubaidillah menjelaskan, pelaksanaan salat gaib ini merupakan kewajiban bersama umat Islam yang bersifat fardu kifayah.

“Salat gaib ini kewajiban kita sebagai umat Islam, baik bagi yang wafat di Tanah Suci maupun yang meninggal di sini sebelum berangkat. Kami mendoakan agar mereka diterima amal ibadahnya dan tergolong orang yang syahid karena sedang menempuh perjalanan suci,” ungkap Hasan.

Ia juga menambahkan, bagi jemaah yang meninggal di tanah air meski belum berangkat, semoga niat hajinya tetap diterima oleh Allah SWT. Selain mendoakan, kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah akan ketidakpastian hidup.

“Ini menjadi peringatan bahwa tidak ada yang tahu di bumi mana kita akan dipanggil Allah, sebagaimana firman Allah ‘Wama tadri bi-ayyi ardin tamut’. Hari ini kita menyalati mereka, kelak kita pun akan disalatkan seperti itu,” tuturnya.

Menurutnya, tradisi serupa juga rutin dilakukan di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi setiap kali ada jemaah yang meninggal dunia.

“Di Tanah Suci pun salat gaib selalu digelar untuk jemaah yang wafat. Kita lakukan hal yang sama sebagai wujud solidaritas dan kepedulian, semoga doa kita sampai dan menjadi amal terbaik bagi saudara-saudara kita,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang berakhirnya masa keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya pada 21 Mei mendatang, tercatat sebanyak 12 jemaah wafat di Tanah Suci dan satu orang meninggal di Rumah Sakit Haji Surabaya sebelum sempat berangkat.

Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas, jemaah dari kloter 107 hingga 111 menggelar salat gaib secara berjamaah seusai Salat Isya di Masjid Asrama Haji Surabaya, Selasa (19/5).

Pembimbing Ibadah Jemaah Haji Embarkasi Surabaya, Hasan Ubaidillah menjelaskan, pelaksanaan salat gaib ini merupakan kewajiban bersama umat Islam yang bersifat fardu kifayah.

“Salat gaib ini kewajiban kita sebagai umat Islam, baik bagi yang wafat di Tanah Suci maupun yang meninggal di sini sebelum berangkat. Kami mendoakan agar mereka diterima amal ibadahnya dan tergolong orang yang syahid karena sedang menempuh perjalanan suci,” ungkap Hasan.

Ia juga menambahkan, bagi jemaah yang meninggal di tanah air meski belum berangkat, semoga niat hajinya tetap diterima oleh Allah SWT. Selain mendoakan, kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah akan ketidakpastian hidup.

“Ini menjadi peringatan bahwa tidak ada yang tahu di bumi mana kita akan dipanggil Allah, sebagaimana firman Allah ‘Wama tadri bi-ayyi ardin tamut’. Hari ini kita menyalati mereka, kelak kita pun akan disalatkan seperti itu,” tuturnya.

Menurutnya, tradisi serupa juga rutin dilakukan di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi setiap kali ada jemaah yang meninggal dunia.

“Di Tanah Suci pun salat gaib selalu digelar untuk jemaah yang wafat. Kita lakukan hal yang sama sebagai wujud solidaritas dan kepedulian, semoga doa kita sampai dan menjadi amal terbaik bagi saudara-saudara kita,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait