Menjelang keberangkatan, Eri mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem di Tanah Suci yang suhunya bisa mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius.
“Jamaah diimbau menggunakan pelindung seperti topi atau payung serta memperbanyak konsumsi air putih. Kalau ada yang kurang sehat, segera lapor ke petugas karena setiap kloter sudah ada tenaga medisnya,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesabaran, terutama saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang padat.
Terpisah, Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan mekanisme jalur haji khusus. Kuota haji khusus mencapai 8 persen dari total kuota nasional.
“Kalau Haji Khusus ini karena tidak terikat secara administrasi seperti reguler, maka sepenuhnya pelaksanaannya ditanggung oleh pihak penyelenggara atau konsorsium,” jelas Anam.
Insiden kecelakaan yang menimpa jemaah haji kloter 2 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo saat mengikuti…
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menangkap pelaku pembunuhan berinisial Hk, 44 di Jalan Kalimas,…
Suasana tenang Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, mendadak berubah duka setelah Kepala Desa setempat,…
Suasana duka menyelimuti Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (3/4/2026). Kepala Desa setempat, Mujiono,…
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa…
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Taman…
This website uses cookies.