Selama ini, Ahmad dibantu oleh sang istri dalam menjalankan usaha. Istrinya bekerja menggoreng bahan baku krupuk, sedangkan Ahmad yang mengurus penitipan ke berbagai tempat. Penyebaran barang dilakukan ke warung-warung maupun pasar dengan harga jual yang disesuaikan.
“Harga jualnya bervariasi. Untuk yang dititipkan di warung, satu bungkus isi 12 buah dijual Rp 10 ribu Kalau yang ke pasar, isi 10 buah seharga Rp 8 ribu. Usaha ini kami jalani berdua saja, apapun hasilnya kami syukuri,” paparnya.
Kehadiran Ahmad sebagai calon jemaah haji menjadi kejutan bagi banyak orang di lingkungannya. Mulai dari keluarga, tetangga, hingga pembeli langganan sama sekali tak menyangka bahwa ia telah mempersiapkan diri untuk perjalanan ibadah ini.
“Banyak yang kaget dan bertanya ‘kok bisa sampai berangkat haji?’. Saya hanya menjawab, semua ini adalah rezeki dan kehendak Tuhan. Tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya,” ungkap pria 50 tahun ini.
Pasangan ini berangkat bersama-sama ke Tanah Suci. Sementara di rumah, mereka meninggalkan empat orang anak dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Mulai dari yang sudah bekerja, sedang kuliah, menuntut ilmu di pondok pesantren, hingga yang masih berusia 7 tahun.
Menyikapi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Tanjung Perak terkait…
Jelang laga pembuka Grup I melawan Prancis, Rabu (17/6) dinihari WIB, skuad berjuluk Singa Teranga…
Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 melanda wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa…
Pertandingan Iran melawan Selandia Baru pada laga Grup G Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu…
Uruguay gagal memanfaatkan status unggulan saat menghadapi Arab Saudi pada laga perdana Grup H Piala…
Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan dunia setelah tampil luar biasa saat Tanjung Verde menahan imbang…
This website uses cookies.