Selama ini, Ahmad dibantu oleh sang istri dalam menjalankan usaha. Istrinya bekerja menggoreng bahan baku krupuk, sedangkan Ahmad yang mengurus penitipan ke berbagai tempat. Penyebaran barang dilakukan ke warung-warung maupun pasar dengan harga jual yang disesuaikan.
“Harga jualnya bervariasi. Untuk yang dititipkan di warung, satu bungkus isi 12 buah dijual Rp 10 ribu Kalau yang ke pasar, isi 10 buah seharga Rp 8 ribu. Usaha ini kami jalani berdua saja, apapun hasilnya kami syukuri,” paparnya.
Kehadiran Ahmad sebagai calon jemaah haji menjadi kejutan bagi banyak orang di lingkungannya. Mulai dari keluarga, tetangga, hingga pembeli langganan sama sekali tak menyangka bahwa ia telah mempersiapkan diri untuk perjalanan ibadah ini.
“Banyak yang kaget dan bertanya ‘kok bisa sampai berangkat haji?’. Saya hanya menjawab, semua ini adalah rezeki dan kehendak Tuhan. Tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya,” ungkap pria 50 tahun ini.
Pasangan ini berangkat bersama-sama ke Tanah Suci. Sementara di rumah, mereka meninggalkan empat orang anak dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Mulai dari yang sudah bekerja, sedang kuliah, menuntut ilmu di pondok pesantren, hingga yang masih berusia 7 tahun.
Video yang beredar di media sosial menuding seorang anak berusia lima tahun ditelantarkan dan dieksploitasi…
Ribuan pesilat menggelar aksi damai menuntut penindakan pelaku penganiayaan anggotanya oleh kelompok penagih utang atau…
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Hasil…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengamankan…
Sebanyak sepuluh ribu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) direncanakan menggelar aksi damai di Kota…
Rencana aksi damai yang akan digelar ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota…
This website uses cookies.