Selama ini, Ahmad dibantu oleh sang istri dalam menjalankan usaha. Istrinya bekerja menggoreng bahan baku krupuk, sedangkan Ahmad yang mengurus penitipan ke berbagai tempat. Penyebaran barang dilakukan ke warung-warung maupun pasar dengan harga jual yang disesuaikan.
“Harga jualnya bervariasi. Untuk yang dititipkan di warung, satu bungkus isi 12 buah dijual Rp 10 ribu Kalau yang ke pasar, isi 10 buah seharga Rp 8 ribu. Usaha ini kami jalani berdua saja, apapun hasilnya kami syukuri,” paparnya.
Kehadiran Ahmad sebagai calon jemaah haji menjadi kejutan bagi banyak orang di lingkungannya. Mulai dari keluarga, tetangga, hingga pembeli langganan sama sekali tak menyangka bahwa ia telah mempersiapkan diri untuk perjalanan ibadah ini.
“Banyak yang kaget dan bertanya ‘kok bisa sampai berangkat haji?’. Saya hanya menjawab, semua ini adalah rezeki dan kehendak Tuhan. Tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya,” ungkap pria 50 tahun ini.
Pasangan ini berangkat bersama-sama ke Tanah Suci. Sementara di rumah, mereka meninggalkan empat orang anak dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Mulai dari yang sudah bekerja, sedang kuliah, menuntut ilmu di pondok pesantren, hingga yang masih berusia 7 tahun.
Kecelakaan lalu lintas menimpa rombongan jemaah haji Embarkasi Surabaya Kloter 2 yang berasal dari Kabupaten…
Persebaya Surabaya mencatatkan kemenangan gemilang dalam laga pekan ke-30 BRI Super League musim 2025/2026. Bertemu…
Bukan pilihan awal untuk belajar ilmu lingkungan, Syamsudduha Syahrorini justru menemukan banyak jalan pengabdian masyarakat.…
Tindakan tegas diambil terhadap oknum pegawai BRI Kantor Cabang Surabaya Kaliasin yang diduga terlibat kasus…
Wamendag Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, memberikan kuliah umum yang digelar di Universitas…
Untuk mempermudah dan mempercepat proses keberangkatan, layanan Makkah Route kembali diterapkan bagi seluruh jemaah haji…
This website uses cookies.