Reuters mengabarkan, Amerika Serikat bahkan mempertimbangkan pencairan sekitar 25 miliar dolar Amerika Serikat aset Iran yang dibekukan apabila seluruh tahapan kesepakatan berjalan sesuai rencana.
Selain itu, tak akan ada sanksi baru terhadap Iran. Langkah tersebut dipandang sebagai intensif ekonomi terbesar yang pernah ditawarkan Amerika Serikat kepada Iran dalam beberapa tahun belakang.
Dampak langsung dari pengumuman tersebut segera terasa di pasar global. Harga minyak dunia anjlok ke titik terendah dalam tiga bulan setelah investor meyakini risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah mulai mereda.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur yang selama ini dilalui sekiranya 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia sehingga setiap gangguan sekecil apapun di kawasan tersebut selalu memengaruhi ekonomi global.
Pasar saham di Eropa dan Asia juga bergerak menguat setelah muncul harapan bahwa stabilitas kawasan akan membantu menurunkan tekanan inlasi global. Negara-negara pengimpor energi utama seperti India, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan sejumlah negara Eropa diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan apabila arus distribusi energi kembali normal.
Fakta menariknya adalah peran Pakistan yang muncul sebagai mediator utama. Islamabad selama berbulan-bulan menjadi penengah komunikasi antara Washington dan Teheran ketika hubungan kedua negara memanas.
Selanjutnya, meskipun kesepakatan kembali membuka Selat Hormuz, sejumlah delegasi Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran internasional tidak berarti Iran kehilangan kendali atas wilatah perairan yang selama ini dianggap sangat krusial bagi keamanan nasional mereka.
Hal menarik yang terakhir adalah masih adanya perbedaan interpretasi mengenai isi kesepakatan. Aljazeera melaporkan bahwa Washington dan Teheran menyampaikan versi yang sedikit berbeda terkait pelonggaran sanksi, masa depan program nuklir, dan mekanisme implementasi perdamaian.
Perbedaan tersebut menunjukkan meski kerangka dasar disetujui, proses menuju perjanjian final masih menghadapi tantangan politik yang terjal.
Komunitas internasional menyambut positif perkembangan itu. Inggris, Prancis, Jerman, Italia, China menyatakan dukungan terhadap kesepakatan damai yang dinilai dapat mengurangi ketegangan di Timur Tengah.
Komisaris Tinggi HAM PBB Voker Turk juga menyebut perjanjian tersebut sebagai langkah penting untuk menghentikan kekerasan dan mendorong semua pigak menjalankan kesepakatan dengan itikad baik.
Meski demikian, analis dari Council on Foreign Relations mengingatkan bahwa isu nuklir Iran, keamanan Lebanon, serta hubungan Iran dengan sekutunya di kawasan masih menjjadi persoalan serius yang harus diselesaikan.
Banyak pihak berharap, periode negosiasi 60 hari mendatang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya hingga menemui kata sepakat dalam konflik yang telah mengguncang Timur Tengah sejak Februari lalu. (Ezaar/MT)
Page: 1 2
Pemkot Surabaya berhasil menekan angka pengajuan dispensasi kawin hingga mencapai 61,63 persen. Keberhasilan ini dicapai…
Timnas Australia sukses mengejutkan Turki pada laga Grup D di Piala Dunia 2026. Bermain di…
Timnas Skotlandia memulai safarinya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada…
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan, jemaah tersebut tiba-tiba…
Brasil harus puas mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang. Menghadapi Maroko, Selecao…
Sebanyak 163 juru parkir (jukir) Tepi Jalan Umum (TJU) di berbagai titik diberhentikan oleh Dinas…
This website uses cookies.