Keliling Kota Piala Dunia #14: Monterrey, Nonton Bola Berlatar Gugusan Pegunungan Sierra Madre

Usai menikmati kuliner khas Monterrey, para suporter dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi wisata yang menjadi kebanggaan kota ini.

Destinasi pertama adalah Paseo Santa Lucía. Kanal buatan sepanjang lebih dari dua kilometer ini menjadi salah satu ikon wisata Monterrey. Pengunjung dapat berjalan santai di tepi kanal atau menaiki perahu wisata yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan Fundidora Park. Menjelajahi kawasan pejalan kaki tidak dipungut biaya, sedangkan tiket perahu umumnya berkisar 120 hingga 180 peso (Rp105 ribu hingga Rp155 ribu).

Rekomendasi kedua adalah Fundidora Park. Taman kota yang dibangun di bekas kompleks pabrik baja ini kini menjadi ruang publik terbesar di Monterrey. Di dalamnya terdapat museum, arena olahraga, jalur sepeda, taman bermain, hingga lokasi berbagai festival budaya. Masuk ke kawasan taman gratis, sementara beberapa atraksi seperti museum atau arena hiburan memiliki tiket sekitar 100 hingga 250 peso (Rp87 ribu hingga Rp220 ribu).

Pilihan wisata ketiga adalah Chipinque Ecological Park. Berada di lereng Pegunungan Sierra Madre Oriental, taman ekologi ini menawarkan jalur pendakian, panorama Kota Monterrey dari ketinggian, serta kesempatan menikmati keanekaragaman flora dan fauna khas Meksiko Utara. Harga tiket masuk umumnya berkisar 90 hingga 150 peso (Rp80 ribu hingga Rp130 ribu) per orang.

Bagi para suporter yang datang ke Monterrey untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, kota ini menawarkan pengalaman yang memadukan olahraga, kuliner, dan wisata alam dalam satu perjalanan. Menonton pertandingan di Estadio BBVA dengan latar Gunung Cerro de la Silla dapat dilanjutkan dengan menikmati kelezatan Cabrito Asado, menyusuri kanal Paseo Santa Lucía, hingga menikmati udara sejuk di Chipinque Ecological Park. (eza)

Usai menikmati kuliner khas Monterrey, para suporter dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi wisata yang menjadi kebanggaan kota ini.

Destinasi pertama adalah Paseo Santa Lucía. Kanal buatan sepanjang lebih dari dua kilometer ini menjadi salah satu ikon wisata Monterrey. Pengunjung dapat berjalan santai di tepi kanal atau menaiki perahu wisata yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan Fundidora Park. Menjelajahi kawasan pejalan kaki tidak dipungut biaya, sedangkan tiket perahu umumnya berkisar 120 hingga 180 peso (Rp105 ribu hingga Rp155 ribu).

Rekomendasi kedua adalah Fundidora Park. Taman kota yang dibangun di bekas kompleks pabrik baja ini kini menjadi ruang publik terbesar di Monterrey. Di dalamnya terdapat museum, arena olahraga, jalur sepeda, taman bermain, hingga lokasi berbagai festival budaya. Masuk ke kawasan taman gratis, sementara beberapa atraksi seperti museum atau arena hiburan memiliki tiket sekitar 100 hingga 250 peso (Rp87 ribu hingga Rp220 ribu).

Pilihan wisata ketiga adalah Chipinque Ecological Park. Berada di lereng Pegunungan Sierra Madre Oriental, taman ekologi ini menawarkan jalur pendakian, panorama Kota Monterrey dari ketinggian, serta kesempatan menikmati keanekaragaman flora dan fauna khas Meksiko Utara. Harga tiket masuk umumnya berkisar 90 hingga 150 peso (Rp80 ribu hingga Rp130 ribu) per orang.

Bagi para suporter yang datang ke Monterrey untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, kota ini menawarkan pengalaman yang memadukan olahraga, kuliner, dan wisata alam dalam satu perjalanan. Menonton pertandingan di Estadio BBVA dengan latar Gunung Cerro de la Silla dapat dilanjutkan dengan menikmati kelezatan Cabrito Asado, menyusuri kanal Paseo Santa Lucía, hingga menikmati udara sejuk di Chipinque Ecological Park. (eza)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait