WhatsApp Image 2026-06-30 at 17.08.24
METROTODAY, INCHEON – Langkah lemas skuad Korea Selatan saat menapakkan kaki di Bandara Internasional Incheon pada Selasa subuh (30/6/2026) menjadi klimaks dari runtuhnya era kepemimpinan Hong Myung-bo.
Kurang dari 24 jam setelah Taeguk Warriors dipastikan angkat koper lebih awal dari Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo resmi meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala. Keputusan krusial ini diambil menyusul desakan publik yang massif serta hantaman kritik vertikal dari orang nomor wahid di Korea Selatan.
Alih alih mendapatkan simpati dan riuh tepuk tengah, kepulangan Son Heung-min dan kawan-kawan justru disambut atmosfer mencekam. Dilaporkan oleh Korea Times, lebih dari 200 suporter yang terlanjur berang, bersama barisan jurnalis dan kreator konten video, memadati area bandara sejak dini hari demi menumpahkan rasa kecewa mereka.
Teriakan seperti “keluar dari Korea!” dan “Hong Myung-bo, mundur!” menggema memekakkan telinga di antara barikade ketat kepolisian. Tak hanya makian verbal, beberapa kelompok suporter bahkan membentangkan spanduk replika altar kematian simbolis yang menampilkan lambang Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) sebagai bentuk protes atas matinya prestasi sepak bola mereka.
Kemarahan publik juga merembet ke ranah politik. Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, melontarkan kritik tajam terhadap KFA dan mempertanyakan proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih pada 2024.
Menurut Lee, kegagalan tim nasional mencerminkan busuknya tata kelola organisasi, bukan sekadar persoalan di lapangan. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap federasi dan menegaskan bahwa penunjukan jabatan penting tidak boleh didasarkan kedekatan dan loyalitas, melainkan kompetensi.
Rentetan hasil buruk Korea Selatan di Amerika Utara dinilai sebagai rapor kelam partisipasi mereka di ajang empat tahunan ini, di mana mereka finis di peringkat ke 34 dari 48 negara kontestan.
Setelah sempat membuka asa lewat kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, taktik Hong Myung-bo mendadak buntu saat ditekuk Meksiko dan puncaknya dipecundangi Afrika Selatan.
Keputusan kontroversial Hong yang membangkucadangkan kapten sekaligus jimat tim, Son Heung-min, dalam laga penentu melawan Afrika Selatan memicu kemarahan total yang tak termaafkan.
Page: 1 2
Taiwan kembali membidik pasar wisatawan Indonesia. Menjelang musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru, promosi…
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas penyerahan 10 unit aset rampasan negara yang…
Semangat kemerdekaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan Kamis (13/8), saat ratusan lansia penghuni berkumpul mengikuti lomba…
Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan lengkap terkait fluktuasi harga dan pasokan telur yang sempat…
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan personel serta peralatan untuk membantu penanganan kebakaran…
Meski baru saja meraih gelar juara Piala Presiden 2026, perjalanan pramusim Persebaya Surabaya belum berakhir.…
This website uses cookies.