Ketua KFA, Chung Mong-gyu, kini berada di bawah investigasi ketat pemerintah guna merombak total administrasi olahraga nasional.
Di tengah badai kritik, kapten tim Son Heung-min turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Korea Selatan melalui media sosial. Bintang Los Angeles FC itu mengakui kemarahan para suporter dan meminta agar kritik tidak hanya diarahkan kepada pemain yang telah berjuang sepanjang turnamen.
Son juga berjanji dirinya masih berkomitmen membela negaranya meski gagal membawa Korea Selatan lolos ke babak berikutnya.
Tragedi pengusiran massal di bandara ini seolah membuka kembali luka lama publik sepak bola Negeri Ginseng.
Memori pecinta bola Korea langsung déjà vu pada Piala Dunia 2018 di Rusia, saat timnas Korea Selatan yang kala itu dinahkodai Shin Tae-yong mengalami nasib yang hampir serupa.
Meski saat itu berhasil menumbangkan raksasa Jerman 2-0 di laga pembuka, kegagalan melaju ke babak 16 besar tetap membuat skuad Shin Tae-yong dilempari telur busuk dan bantal oleh suporter setibanya di bandara Incheon.
Namun, perbedaan kali ini jauh lebih kompleks. Amarah publik tidak lagi sekadar kecewa biasa, melainkan tuntutan reformasi struktural untuk membersihkan KFA dari hulu ke hilir. (eza/mt)
Page: 1 2
Arus lalu lintas di Jalan Raya Dupak, Kecamatan Bubutan, Surabaya tersendat pada Rabu (12/8) siang.…
Mantan pegawai kontrak non-ASN Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Surabaya, Tio Ferdian Rahmana…
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hadir langsung dalam prosesi pengukuhan wisuda Universitas Negeri Surabaya…
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim, Syaiful Anam, membeberkan ciri-ciri media yang baik…
BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang (Kancab) Kapas Krampung Surabaya menyerahkan bantuan satu…
Kanwil Kemenag Jatim turut menyemarakkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) Tahun 2026 yang digelar serentak…
This website uses cookies.