METROTODAY, OSLO – Di Norwegia, nama Erling Haaland tak lagi sekadar identik dengan mesin gol timnas. Penyerang andalan The Viking dan Manchester Biru ini telah menjelma menjadi fenomena budaya pop yang menghipnotis publik lintas usia.
Demam Haaland bahkan disebut-sebut menyerupai fanatisme terhadap idol K-Pop. Ribuan suporter rela meniru gaya rambut kuncir pirang khas sang bomber sebagai bentuk dukungan, sehingga menciptakan lautan Haaland kembar di tribun sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Fenomena histeria massal bergaya “Hallyu” versi sepak bola ini terekam dengan sangat apik dalam dokumentasi video terbaru kreator konten global, IShowSpeed, saat dirinya melakukan siaran langsung di tribun pendukung Norwegia, baru-baru ini.
Dalam video viral di media sosial, Speed tampak kebingungan sekaligus terhibur ketika dikerumuni puluhan pendukung Norwegia yang mengenakan wig pirang dan menguncir rambut persis seperti Haaland.
Ia beberapa kali tertawa karena merasa semua orang terlihat seperti Haaland, sementara para suporter terus menyanyikan chant sang striker.
Cuplikan tersebut kemudian menyebar luas di Instagram hingga Tiktok dan memperlihatkan betapa besarnya pengaruh Haaland terhadap identitas para pendukung Norwegia.
Kegilaan publik terhadap penyerang Manchester City itu rupanya tidak berhenti pada urusan penampilan. Saat Norwegia membantai Irak 4-1 dan menumbangkan Senegal 3-2 pada laga fase grup Piala Dunia 2026, dua gol Haaland ternyata memicu fenomena yang bahkan tercatat secara ilmiah.
Lembaga seismologi Norwegia, NORSAR, melaporkan adanya getaran tanah yang terekam di Kota Bergen bertepatan dengan momen ketika Erling Haaland mencetak gol.
Menurut NORSAR, lonjakan sinyal tersebut bukan disebabkan oleh gempa bumi, melainkan ribuan pendukung yang melompat dan bersorak secara bersamaan sehingga menghasilkan vibrasi yang cukup kuat untuk ditangkap instrumen seismik berpresisi tinggi.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip Reuters, NORSAR menjelaskan bahwa fluktuasi paling jelas muncul tepat ketika Haaland membobol gawang Irak. Institusi tersebut menegaskan bahwa gerakan kolektif ribuan orang saat merayakan gol mampu menciptakan getaran tanah yang dapat direkam seismometer modern. Fenomena serupa pernah terjadi pada konser musik Ed Sheeran pada 2024 di ibukota Oslo.
Atmosfer euphoria itu terus berlanjut sepanjang turnamen. Setelah mengalahkan Senegal 3-2 dan memastikan tiket ke babak gugur, para pemain Norwegia yang dipimpin Haaland dan kapten Martin Odegaard merayakan kemenangan dengan tradisi Viking Row bersama ribuan pendukung.
Sebuah antusiasme pendukung suporter Norwegia dengan Haaland sebagai dirijennya menjadi pusat perhatian dunia. Apalagi berkat empat gol yang telah dicetaknya dalam dua pertandingan pertama. (eza/mt)

