Pemain Kongo yang Lari, Suporter yang Pegal, Siapa Pria Setelan Jas yang Berdiri Membatu di Tribun Piala Dunia 2026 Ini?

Begitu besarnya dampak magis eksistensi pria ini, skuad timnas Macan Tutul dikabarkan meminta bantuan langsung kepada Presiden RD Kongo, Felix Tshisekedi, untuk memasukkan nama Mboladinga ke dalam delegasi resmi negara agar ia bisa terbang ke Amerika Utara.

Sayangnya, jurnalis lokal Actuallite di Kinshasa melaporkan bahwa langkah magis Patung Hidup ini terpaksa terhenti menjelang laga penentu melawan Uzbekistan pada 27 Juni lantaran permohonan visa Amerika Serikat miliknya ditolak oleh otoritas setempat tanpa alasan yang jelas.

Meskipun sang ikon utama terpaksa absen di tanah Amerika akibat kendala birokrasi, “api” perjuangan yang disulutnya terlanjur membakar semangat diaspora Kongo di Atlanta. Dalam kemenangan dramatis RD Kongo 3-1 atas Uzbekistan di Stadion Atlanta, seorang pemuda berusia 28 tahun bernama Enock Kabwende muncul di tribun teratas stadion, mengambil tongkat estafet dengan meniru pose membeku milik Mboladinga demi menjaga warisan budaya tersebut tetap hidup.

“Patrice Lumumba adalah simbol kebebasan, kekuatan, kemakmuran, dan kemerdekaan di negara kami. Mboladinga tidak bisa hadir di sini, namun kami wajib hadir untuk mewakili dan menyuarakan identitas bangsa kami kepada dunia,” pungkas Kabwende dalam wawancaranya pascalaga, kepada Reuters. (eza/mt)

Begitu besarnya dampak magis eksistensi pria ini, skuad timnas Macan Tutul dikabarkan meminta bantuan langsung kepada Presiden RD Kongo, Felix Tshisekedi, untuk memasukkan nama Mboladinga ke dalam delegasi resmi negara agar ia bisa terbang ke Amerika Utara.

Sayangnya, jurnalis lokal Actuallite di Kinshasa melaporkan bahwa langkah magis Patung Hidup ini terpaksa terhenti menjelang laga penentu melawan Uzbekistan pada 27 Juni lantaran permohonan visa Amerika Serikat miliknya ditolak oleh otoritas setempat tanpa alasan yang jelas.

Meskipun sang ikon utama terpaksa absen di tanah Amerika akibat kendala birokrasi, “api” perjuangan yang disulutnya terlanjur membakar semangat diaspora Kongo di Atlanta. Dalam kemenangan dramatis RD Kongo 3-1 atas Uzbekistan di Stadion Atlanta, seorang pemuda berusia 28 tahun bernama Enock Kabwende muncul di tribun teratas stadion, mengambil tongkat estafet dengan meniru pose membeku milik Mboladinga demi menjaga warisan budaya tersebut tetap hidup.

“Patrice Lumumba adalah simbol kebebasan, kekuatan, kemakmuran, dan kemerdekaan di negara kami. Mboladinga tidak bisa hadir di sini, namun kami wajib hadir untuk mewakili dan menyuarakan identitas bangsa kami kepada dunia,” pungkas Kabwende dalam wawancaranya pascalaga, kepada Reuters. (eza/mt)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait