METROTODAY, GUADALAJARA – Timnas Spanyol memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup H setelah mengalahkan Uruguay dengan skor tipis 1-0 di Estadio Guadalajara, Jumat (26/6) waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.
Drama tingkat dewa menyelimuti stadion, di mana kedua tim memperagakan duel fisik yang intensitasnya luar biasa tinggi.
Petaka bagi Uruguay lahir di menit ke-42 ketika umpan silang dari sisi kanan yang dikirimkan Marcos Llorente disambut tendangan mendatar Alex Baena.
Penjaga gawang veteran Le Celeste (julukan Uruguay), Fernando Muslera, sebenarnya sudah berada di posisi yang tepat, namun ia melakukan kesalahan fatal karena gagal menangkap bola dengan sempurna hingga si kulit bundar lolos begitu saja ke gawang sendiri.
Memasuki paruh kedua, jalannya laga kian berapi-api sekaligus menyisakan nestapa bagi skuad asuhan Marcelo Bielsa.
Menyadari dosanya yang teramat massif, Muslera meminta diganti saat turun minum oleh Sergio Rochet karena terpukul secara mental akibat rentetan blunder sepanjang turnamen.
Kemalangan Uruguay kian berlipat ganda sebelum gol Baena terjadi, sang kuda lini tengah, Manuel Ugarte, harus ditandu keluar lapangan akibat cedera lutut yang parah.
Puncaknya terjadi di masa injury time menit ke-95, saat Agustin Canobbio langsung diganjar kartu merah oleh sang pengadil lapangan setelah melakukan tekel horor kepada bek muda Spanyol, Pau Cubarsi.
Matador sendiri nyaris menggandakan keunggulan andai sepakan Ferran Torres tidak membentur mistar gawang.
ANI News mengabarkan, di balik ketatnya duel berdarah ini, terselip goresan sejarah baru sangat manis bagi La Roja (julukan Spanyol).
Berdasarkan catatan statistik pascalaga, ini adalah kemenangan perdana Spanyol atas Uruguay di sepanjang sejarah pergelaran Piala Dunia, setelah dua pertemuan terdahulu selalu berakhir sama kuat.
Tak sampai disitu, armada besutan Luis de la Fuente juga mengukir tinta emas dengan menjadikan tim Spanyol yang berhasil melewati seluruh pertandingan fase grup tanpa kebobolan satu pun.
Kontras dengan kejayaan sang juara Eropa di masa lampau, Uruguay justru menorehkan aib kelam sebagai negara berperingkat FIFA 20 besar yang harus tersingkir lebih awal di fase grup turnamen edisi kali ini tanpa mengemas satu kemenangan pun.
Di balik layar, hancurnya performa Uruguay ternyata juga menguak borok keretakan di ruang ganti yang dipicu oleh friksi panas antara para punggawa timnas dan Marcelo Bielsa.
Isu pemberontakan senyap ini mencuat setelah beberapa pemain pilar mengeluhkan metode latihan sang juru taktik yang dinilai kelewat batas dan menguras fisik secara tidak manusiawi.
Intensitas latihan ekstrem ala militer yang terus digenjot Bielsa dituding menjadi biang kerok utama ambruknya stamina skuad, bahkan disebut-sebut sebagai pemicu utama rentannya para pemain bertumbangan karena cedera, menurut laporan ESPN.
Hasil minor ini secara resmi mengirim Uruguay pulang kampung lebih cepat untuk kedua kalinya berturut-turut di fase grup Piala Dunia setelah sebelumnya hancur di Qatar. Kekalahan atas Spanyol juga memicu kritik dari banyak pihak.
Eks pelatih kawakan Uruguay, Martin Lasarte, menyoroti kebijakan Bielsa. Ia juga membedah borok taktikal dan pemilihan pemain yang dilakukan Marcelo Bielsa sepanjang turnamen.
Lazarte mengkritik keputusan Bielsa yang masih sangat bergantung pada kiper uzur seperti Muslera dalam laga sekrusial hari ini.
Padahal, menurut Lazarte, aspek psikologis Muslera sudah terlihat tidak stabil sejak laga-laga awal.
Selain itu cedera Ugarte yang langsung meruntuhkan lini tengah dianggap sebagai bukti bahwa kedalaman skuad Uruguay tidak dipersiapkan dengan matang untuk menghadapi intensitas Piala Dunia.
Kritik ini menjadi sinyal kuat bahwa sepulangnya timnas Uruguay ke Montevideo, bakal ada evaluasi besar-besaran, dan posisi Marcelo Bielsa di kursi kepelatihan kini berada di ujung tanduk.
Sementara Spanyol melangkah dengan gagah ke babak 32 besar sebagai jawara Grup H dengan raihan 7 poin. (eza/mt)

