Pelatih Meksiko itu tidak menampik kritik tersebut. Ia sendiri mengaku puas dengan kedisiplinan taktis anak asuhnya.
Menurutnya, pertandingan melawan Korea Selatan merupakan salah satu laga paling alot yang dihadapi timnya sepanjang tahun ini. Aguirre berargumen kemenangan timnya dalam dua laga terakhir lahir dari kerja keras dari seluruh pemain, bukan semata karena kesalahan lawan.
“Kami tidak memberikan satu sentimeter pun kepada mereka. Semua pemain diinstruksikan mengejar setiap bola,” kata Aguirre kepada TV Azteca.
Di kubu Korea Selatan, hasil pertandingan memicu kekecewaan besar karena mereka sebenarnya mampu meladeni permainan tuan rumah. Media Inggris, The Guardian, menyebut bahwa satu kesalahan individu bisa menghapus kerja keras skuad asuhan Hong Myung-bo sepanjang pertandingan.
Selain blunder sang penjaga gawang, pertandingan ini turut dibayangi kontroversi yang terjadi sehari sebelum laga berlangsung.
Dikutip dari Detik, staf Korea Selatan sempat menemukan sebuah drone yang terbang di sekitar area latihan mereka.
Pelatih Hong Myung-bo menyebut insiden tersebut sebagai situasi yang tidak menyenangkan menjelang pertandingan penentu melawan tuan rumah. Meski tidak ada bukti bahwa latihan tim direkam secara ilegal, kejadian tersebut sempat menjadi topik perbincangan di media Korea Selatan.
Dengan hasil terbaru pagi tadi, Korea Selatan masih belum mampu menumbangkan Meksiko di panggung terbesar sepak bola. Kemenangan ini memperpanjang dominasi Meksiko atas Korea Selatan, setelah sebelumnya pernah menaklukkan Ksatria Taeguk pada Piala Dunia edisi 1998 dan 2018.
Selain itu, Raul Jimenez Cs juga menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026. Di sisi lain, wakil Asia Timur tersebut kini harus menghadapi laga hidup-mati melawan Afrika Selatan untuk menentukan nasib mereka di turnamen ini. (ezaar/mt)
Pelatih Meksiko itu tidak menampik kritik tersebut. Ia sendiri mengaku puas dengan kedisiplinan taktis anak asuhnya.
Menurutnya, pertandingan melawan Korea Selatan merupakan salah satu laga paling alot yang dihadapi timnya sepanjang tahun ini. Aguirre berargumen kemenangan timnya dalam dua laga terakhir lahir dari kerja keras dari seluruh pemain, bukan semata karena kesalahan lawan.
“Kami tidak memberikan satu sentimeter pun kepada mereka. Semua pemain diinstruksikan mengejar setiap bola,” kata Aguirre kepada TV Azteca.
Di kubu Korea Selatan, hasil pertandingan memicu kekecewaan besar karena mereka sebenarnya mampu meladeni permainan tuan rumah. Media Inggris, The Guardian, menyebut bahwa satu kesalahan individu bisa menghapus kerja keras skuad asuhan Hong Myung-bo sepanjang pertandingan.
Selain blunder sang penjaga gawang, pertandingan ini turut dibayangi kontroversi yang terjadi sehari sebelum laga berlangsung.
Dikutip dari Detik, staf Korea Selatan sempat menemukan sebuah drone yang terbang di sekitar area latihan mereka.
Pelatih Hong Myung-bo menyebut insiden tersebut sebagai situasi yang tidak menyenangkan menjelang pertandingan penentu melawan tuan rumah. Meski tidak ada bukti bahwa latihan tim direkam secara ilegal, kejadian tersebut sempat menjadi topik perbincangan di media Korea Selatan.
Dengan hasil terbaru pagi tadi, Korea Selatan masih belum mampu menumbangkan Meksiko di panggung terbesar sepak bola. Kemenangan ini memperpanjang dominasi Meksiko atas Korea Selatan, setelah sebelumnya pernah menaklukkan Ksatria Taeguk pada Piala Dunia edisi 1998 dan 2018.
Selain itu, Raul Jimenez Cs juga menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026. Di sisi lain, wakil Asia Timur tersebut kini harus menghadapi laga hidup-mati melawan Afrika Selatan untuk menentukan nasib mereka di turnamen ini. (ezaar/mt)