Categories: Fair Play

Messi Belum Habis, Mbappe Mengintai: Perebutan Takhta Raja Gol Piala Dunia Memanas

METROTODAY, MIAMI – Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak fenomena menarik, tetapi yang paling menyita perhatian adalah persaingan Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam perburuan gelar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Dua pemain yang pernah bermain bersama di Paris Saint-Germain itu kini berada di jalur yang sama untuk mengukir sejarah baru di panggung terbesar sepak bola dunia.

Lionel Messi mengawali perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 dengan luar biasa. Kapten La Albiceleste (julukan Argentina) itu mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 di laga pembuka Grup J.

Trigol tersebut tak hanya membantu Argentina meraih poin maksimal, tetapi juga membuat Messi menyamai rekor bomber Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Terkini, Messi telah mengoleksi 16 gol dari 31 pertandingan Piala Dunia yang tersebar dalam enam edisi turnamen, mulai dari Jerman 2006 hingga Amerika 2026.

Perjalanan panjang itu menunjukkan konsistensi luar biasa seorang pemain sepak bola walau usianya sudah menginjak 38 tahun.

Namun, seperti data yang dikutip dari laman FIFA, capaian Messi belum sepenuhnya aman. Kylian Mbappe terus menempel ketat seniornya itu.

Saat Prancis menumbangkan Senegal 3-1 pada laga perdana Grup I, Mbappe mencetak brace yang membuat koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 14 gol.

Yang membuat pencapaian Mbappe semakin terlihat keren adalah jumlah pertandingan yang telah dimainkan.

Jika Messi membutuhkan lebih dari tiga puluh laga untuk menyentuh 16 gol, Mbappe sudah mengumpulkan 14 gol hanya dalam 19 pertandingan sejak debutnya pada Piala Dunia Rusia 2018.

Apabila dilihat dari segi produktivitas, Mbappe berada di lajur yang lebih cepat dibandingkan sebagian besar legenda yang pernah tampil di Piala Dunia.

Miroslav Klose, misalnya, membutuhkan 24 pertandingan untuk mencetak 16 gol. Sementara Mbappe yang berposisi sama dengan Klose, hanya terpaut dua gol dari rekor tersebut meski jumlah penampilannya masih jauh lebih minim.

Persaingan ini menjadi semakin menarik karena Messi dan Mbappe masing-masing mewakili generasi yang berbeda. Messi adalah simbol konsistensi dan umur panjang dalam sepak bola modern. Ia tampil dalam enam edisi Piala Dunia, hingga memenangi trofi juara dunia 2022.

Sebaliknya, Mbappe adalah representasi generasi baru yang sejak usia remaja sudah mampu mengacak-acak turnamen terbesar di dunia. Ia membantu Prancis menjadi juara pada 2018 dan menjadi top skor Piala Dunia Qatar 2022.

Di bawah Messi, Klose, dan Mbappe, terdapat sejumlah nama besar yang selama puluhan tahun menetap di daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia.

Legenda Jerman Barat Gerd Muller memgakhiri kariernya di tim nasional dengan 14 gol. Sementara pemburu gol Prancis Just Fontaine masih dikenang karena mencetak 13 gol hanya dalam satu edisi Piala Dunia pada 1958, sebuah rekor yang belum pernah dipecahkan hingga sekarang.

Menghimpun data yang dibukukan dalam Record Sport Soccer Statistics Foundation, Nama besar lainnya seperti Pele dari Brasil mengoleksi 12 gol sepanjang karier Piala Dunia dan menjadi satu-satunya pemain yang pernah memenangi tiga gelar juara dunia.

Dari Hungaria, Sandor Kocsis menceploskan 11 gol hanya dalam lima pertandingan pada Piala Dunia edisi 1954. Sementara Jurgen Klinsmann, Gary Lineker Gabriel Batistuta dan Thomas Muller juga masuk dalam kelompok elite pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Perjalanan Piala Dunia 2026 sendiri masih panjang. Messi saat ini berada di posisi terdepan bersama Klose, tetapi Mbappe kian mendekat dengan kilat yang cukup buat ketar-ketir bagi para penyandang rekor sebelumnya.

Jika keduanya mampu membawa negara masing-masing melangkah jauh di turnamen tahun ini, bukan tidak mungkin publik akan segera menyaksikan pergantian penguasa top skor sepanjang sejarah Piala Dunia sebelum kompetisi berakhir. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Harimau Malaya Kena Ghosting! Peter Cklamovski Tinggalkan Kuala Lumpur Menuju Inggris demi Bergabung Geng Paul Scholes

Jagat sepak bola Asia Tenggara mendadak diguncang drama romansa taktik yang kandas di tengah jalan.…

1 hour ago

Gol Pertama Sudah, Poin Belum: Uzbekistan Pulang dari Azteca dengan Cerita Campur Aduk

Debutan Piala Dunia 2026, Uzbekistan, harus mengakui keunggulan Kolombia setelah takluk 1-3 dalam laga Grup…

2 hours ago

Pelajar SMA Tewas Diduga Dibacok di Jalan Sumatera Surabaya Usai Konvoi HUT Persebaya

Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) tewas diduga menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam usai…

2 hours ago

Wamenham Hadiri Uji Publik RUU Perubahan UU HAM di Unesa, Ditargetkan Disahkan Tahun Ini

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, menghadiri uji publik terhadap rancangan undang-undang perubahan atas Undang-Undang Nomor 39…

4 hours ago

Video Mahasiswa Mesum di Ruang Kelas Unair, Rektor: Proses Pemeriksaan Berjalan, Sanksi Sesuai Aturan

Sebuah rekaman video berdurasi 2 menit 15 detik yang diduga memperlihatkan dua mahasiswa melakukan perbuatan…

4 hours ago

AC Milan Resmi Berganti Gaya Main, Kedatangan Ruben Amorim Jadi Panggung Pertunjukan Tiga Bek

Era baru permainan tiga bek resmi dimulai di San Siro. Manajemen AC Milan mengejutkan bursa…

5 hours ago

This website uses cookies.