Categories: Fair Play

Sudah Unggul Duluan Portugal Malah Ketiduran, Kongo Tampil Lebih Meyakinkan

METROTODAY, HOUSTON – Timnas Portugal harus puas berbagi angka setelahb ditahan imbang Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) dengan skor 1-1 pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026).

Hasil ini menjadi kejutan penutup pekan 1 turnamen mengingat Portugal datang sebagai salah satu favorit juara, sementara Kongo baru kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun.

Sejatinya Portugal lebih dominan sejak menit awal. Gol kilat seketika tercipta pada menit keenam ketika Joao Neves menyambut umpan silang Pedro Neto dengan sundulan yang gagal diantisipasi penjaga gawang Kongo.

Gol cepat tersebut sempat membuat laga diperkirakan berjalan muddah bagi skuad asuhan Roberto Martinez. Namun setelah unggul, Portugal seperti kehilangan arah serangan dan gagal menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.

DR Kongo yang lebih banyak berada di area sendiri perlahan mulai menemukan ritme permainan. Tim asuhan Sebastien Desabre lebih mengandalkan serangan balik cepat dan eksekusi bola mati untuk mengintervensi pertahanan Portugal. Absennya Ruben Dias tampaknya berperan terhadap rapuhnya pertahanan Portugal dini hari tadi.

Upaya serangan Kongo membuahkan hasil, terbukti pada masa injury time babak pertama, Yoane Wissa mencetak gol penyama kedudukan. Gol dari penyerang Newcastle United itu bahkan menjadi gol pertama Kongo dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.

Memasuki babak kedua, Portugal tetap menguasai penguasaan bola, tetapi tetap kesulitan membongkar pertahanan Axel Tuanzebe dan kawan-kawan.

Cristiano Ronaldo yang tampil pada Piala Dunia keenam sepanjang kariernya mendapat penjagaan ketat dan minim ruang untuk menciptakan peluang.

Sejumlah kesempatan yang dimiliki Portugal gagal dimaksimalkan menjadi gol kemenangan. Di sisi lain, Kongo justru menciptakan lebih banyak tembakan ke gawang.

Secara statistik rilisan Sofascore, Portugal hanya unggul di penguasaan pertandingan. Os Navegadores (julukan Portugal) menguasai sekitar 75 persen berbanding 25 persen milik Les Leopards (julukan DR Kongo).

Kongo lebih unggul dalam urusan menciptakan peluang dengan 8 tembakan, sementara Cristiano Ronaldo dan kolega hanya tujuh. Namun dalam ranah keunggulan materi tim, hasil imbang tentu terasa menang bagi Kongo.

Seperti yang diketahui, Portugal kini nangkring pada posisi 5 FIFA, sedangkan Kongo berada jauh di bawahnya yakni ranking ke-46.

ESPN menilai statistik ini menggambarkan keberhasilan tim Afrika dalam meredam agresivitas Portugal sekaligus mempertanyakan efektivitas tim racikan Roberto Martinez.

Laga ini juga memunculkan perdebatan terkait peran Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu mencatat rekor sebagai pemain tertua yang pernah menjadi starter di Piala Dunia.

Namun, performanya dinilai kurang berpengaruh sepanjang pertandingan apabila dibandingkan dengan Lionel Messi yang baru saja sukses mencetak hattrick ke gawang Aljazair.

Selanjutnya, Ronaldo dituduh lebih mengutamakan rekor gol pribadinya daripada kesuksesan kolektif tim. Hal itu diungkapkan oleh legenda Prancis, Thierry Henry.

Berbicara di Fox News pascapertandingan, Thierry Henry berpendapat bahwa pergerakan CR7 di sepertiga akhir lapangan justru menghambat peluang Portugal untuk menembus pertahanan Kongo yang tangguh.

Henry mengilustrasikan pendapatnya dengan menyatakan kehadiran Ronaldo di dalam kotak penalti justru membuat rekan-rekan setimnya terdesak. Pernyataan Henry ditutup dengan opini bahwa para punggawa Portugal tampak jengkel akibat kurangnya kekompakan tim.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup K patut ditunggu. Portugal selanjutnya akan menghadapi Uzbekistan. Sementara Kongo berjumpa Kolombia dalam laga yang berpotensi menentukan juara grup. (ezaar/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Harimau Malaya Kena Ghosting! Peter Cklamovski Tinggalkan Kuala Lumpur Menuju Inggris demi Bergabung Geng Paul Scholes

Jagat sepak bola Asia Tenggara mendadak diguncang drama romansa taktik yang kandas di tengah jalan.…

1 hour ago

Gol Pertama Sudah, Poin Belum: Uzbekistan Pulang dari Azteca dengan Cerita Campur Aduk

Debutan Piala Dunia 2026, Uzbekistan, harus mengakui keunggulan Kolombia setelah takluk 1-3 dalam laga Grup…

2 hours ago

Pelajar SMA Tewas Diduga Dibacok di Jalan Sumatera Surabaya Usai Konvoi HUT Persebaya

Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) tewas diduga menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam usai…

2 hours ago

Wamenham Hadiri Uji Publik RUU Perubahan UU HAM di Unesa, Ditargetkan Disahkan Tahun Ini

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, menghadiri uji publik terhadap rancangan undang-undang perubahan atas Undang-Undang Nomor 39…

4 hours ago

Video Mahasiswa Mesum di Ruang Kelas Unair, Rektor: Proses Pemeriksaan Berjalan, Sanksi Sesuai Aturan

Sebuah rekaman video berdurasi 2 menit 15 detik yang diduga memperlihatkan dua mahasiswa melakukan perbuatan…

4 hours ago

AC Milan Resmi Berganti Gaya Main, Kedatangan Ruben Amorim Jadi Panggung Pertunjukan Tiga Bek

Era baru permainan tiga bek resmi dimulai di San Siro. Manajemen AC Milan mengejutkan bursa…

5 hours ago

This website uses cookies.