Selain hujan gol, pertandingan ini juga melahirkan sejumlah catatan bersejarah.
Curacao resmi menjadi negara dengan populasi dan luas wilayah terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Di sisi lain, nahkoda Curacao, Dick Advocaat, mencatat rekor sebagai pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia pada usia 78 tahun.
Sementara Manuel Neuer menjadi pemain tertua yang berlaga untuk Jerman di turnamen besar pada usia 40 tahun.
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mengaku puas dengan kemenangan besar tersebut. Namun, ia mengingatkan para pemainnya untuk tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, Curacao sempat menunjukkan tajinya saat mampu menyamakan kedudukan sehingga Jerman membutuhkan beberapa menit untuk merancang ulang permainan.
Nagelsmann optimis timnya akan lolos ke babak gugur, kendati tantangan yang lebih berat masih menanti di pertandingan berikutnya.
“Kami membutuhkan beberapa menit untuk kembali berpikir setelah mereka menyamakan kedudukan. Curacao juga bisa bermain sepak bola dan saya penasaran melihat bagaimana penampilan mereka pada laga-laga berikutnya,” kata Nagelsmann pasca pertandingan, dilansir dari The Star.
Ia menambahkan bahwa mencetak tujuh gol dan meraih kemenangan besar merupakan awal yang ideal untuk membangun kepercayaan diri.
Di kubu lawan, Dick Advocaat tetap melihat sisi positif dari kekalahan telak ini.
Menurut pelatih asal Belanda itu, Curacao jelas kalah kelas dari Jerman, tetapi para pemainnya pantas bangga karena berhsil mencetak gol dan tampil di panggung terbesar sepak bola.
“Kami tentu berharap bisa berbuat lebih banyak melawan Jerman, tetapi mereka jelas lebih kuat. Meski kalah 7-1, ini bukan aib. Kami sudah sampai di titik ini dan masih memiliki dua pertandingan lagi yang bisa kami perjuangkan,” ujar Advocaat.
Kemenangan dengan selisih enam gol ini menjadi kemenangan terbesar Jerman di Piala Dunia, sejak kemenangan legendaris 7-1 atas Brasil pada semifinal Piala Dunia 2014.
Kesamaan skor tersebut langsung menjadi perbincangan para penggemar sepak bola dunia karena kembali memperlihatkan kolektivitas Jerman dalam jumlah besar di panggung dunia. (Ezaar/MT)

