METROTODAY, VANCOUVER – Timnas Australia sukses mengejutkan Turki pada laga Grup D di Piala Dunia 2026. Bermain di BC Place, Vancouver, Kanada, Minggu (14/6/2026) WIB, Australia unggul 2-0.
Kemenangan tersebut diraih melalui gol Nestory Irankunda pada babak pertama dan Conor Metcalfe pada babak kedua. Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pembuka pertama Australia di Piala Dunia sejak edisi 2006 saat menundukkan Jepang.
Meski lebih banyak diserang sepanjang pertandingan, Australia sukses menerapkan strategi bertahan dan serangan balik cepat. Data Sofasore menunjukkan Turki menguasai sekitar 78 persen penguasaan bola dan melepaskan 30 tembakan, namun gagal menaklukkan jala Patrick Beaach yang tampil cemerlang di bawah mistar Socceroos.
Gol pembuka Australia tercipta pada menit ke-27 melalui kelincahan Nestory Irankunda. Penyerang muda tersebut berlari mengejar umpan terobosan sebelum memasuki kotak penalti dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan kiper Ugurcan Cakir. Dilaporkan oleh Bein Sports, gol itu menjadi torehan bersejarah karena Irankunda tercatat sebagai pemain Australia termuda yang mencetak gol di Piala Dunia.
Turki yang kembali bermain di Piala Dunia setelah absen 24 tahun lamanya berusaha bangkit melalui “tektok satu-dua” Arda Guler dan Hakan Calhanoglu. Nahas, rapatnya lini belakang Australia yang dipimpin Harry Souttar membuat tim asuhan Vincenzo Montella kesulitan menciptakan gol. Penampilan kiper Patrick Beach juga mencuri perhatian publik setelah melakukan banyak penyelamatan penting sepanjang 90 menit.
Australia memastikan kemenangan pada menit ke-75 lewat gol Connor Metcalfe. Gelandang tengah tersebut melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti yang memperdaya Cakir dan mengubah skor menjadi 2-0. Skor bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil itu juga mengejutkan banyak pecinta sepak bola.
Dilansir dari Reuters, pelatih Australia Tony Popovic memuji kedisiplinan timnya dalam menjalankan rencana permainan. Ia menilai para pemain terutama punggawa muda mampu menunjukkan kedewasaan saat menghadapi tim yang diunggulkan di Grup D. Sebab, sebelum pertandingan berlangsung, banyak pengamat menempatkan Turki sebagai favorit berkat keberadaan Arda Guler dan Kenan Yildiz yang sedang bersinar di Eropa.
Di kubu lawan, pelatih Turki Vinzenzo Montella menyadari timnya lambat mengejar ketertinggalan dan sering kalah dalam duel fisik. Meski kecewa dengan hasil akhir, Montella menegaskan peluang Turki untuk lolos ke fase gugur masih terbuka asalkan mereka dapat menumbangkan Amerika Serikat dan Paraguay di laga berikutnya. (ezaar)

