METROTODAY, VOLENDAM – AFC Ajax akhirnya mengamankan tiket untuk tampil di pentas Eropa musim depan. Itu menyusul kemenangan dramatis atas FC Utrecht dalam laga kualifikasi UEFA Conference League, Minggu (24/5/2026) waktu setempat.
Dalam pertandingan yang berlangsung penuh tekanan suporter di Kras Arena, Ajax harus bekerja keras setelah sebelumnya hanya mampu finis di peringkat kelima Eredivisie. Alih-alih langsung lolos ke kompetisi Eropa, klub asal Amsterdam itu harus menempuh jalan terjal, yakni menghadapi FC Utrecht dahulu. Nama Maarten Paes muncul sebagai penyelamat.
Dilansir dari Goal, kiper Timnas Indonesia tersebut tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan penalti Utrecht yang dieksekusi oleh Haller dan El Karouani. Masing-masing tendangan terbaca oleh Paes di sisi kiri dan kanan gawang.
Dengan menang adu penalti atas Utrecht, Ajax berhak mengantongi satu tiket untuk berlaga di UEFA Conference League musim depan.
Keberhasilan itu terasa sangat krusial bagi Ajax yang menjalani salah satu musim paling pelik dalam beberapa tahun terakhir. Raksasa Belanda tersebut sempat tercecer di papan tengah Liga Belanda di pertengahan musim. Menempati papan tengah mengancam Ajax untuk absen dari Eropa untuk kali pertama dalam lebih dari satu dekade.
George Foreman, Pemegang Rekor Juara Dunia Tinju Tertua, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
Ajax tercatat mendominasi jalannya pertandingan. Sofascore merilis total 24 kali percobaan tendangan Ajax dengan 8 kali mengarah langsung ke gawang Utrecht yang dikawal Vasilis Barkas.
Klub ibu kota itu mampu menyarangkan gol terlebih dahulu melalui Daavy Klaasen sebelum dibalas oleh Gjivai Zechiel. Pertandingan berakhir 1-1 dan harus diselesaikan melalui babak adu tos. Ajax keluar sebagai pemenang setelah mengungguli Utrecht dengan skor 4-3.
Pelatih Ajax, Oscar Garcia, memberikan pujian kepada Paes usai pertandingan. ”Dia menunjukkan mentalitas hebat malam ini. Dalam pertandingan seperti ini, Anda tentu membutuhkan kiper yang berani mengambil risiko,” puji Garcia kepada ESPN Belanda.
Sejak didatangkan Ajax dari FC Dallas pada awal 2026, Maarten Paes diragukan akan memenuhi ekspektasi Ajacieden, penggemar AFC Ajax. Banyak pihak mempertanyakan keputusan manajemen klub merekrut kiper yang bermain di Major League Soccer untuk mengisi posisi nomer 1 di bawah mistar.
Perlahan, penjaga gawang timnas Indonesia itu berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Performa Paes boleh dikatakan memenuhi ekspektasi para penggemar. Tampil 11 kali, Paes kebobolan sebanyak 11 gol dan menandai cleansheet sebanyak 5 kali.
Selain lincah dalam penyelematan, Paes andal dalam mendistribusikan bola dari bawah dan tenang saat membangun serangan dari belakang. Keterampilan itu penting dalam filosofi permainan Ajax yang mengandalkan permainan bola dari kaki ke kaki.
Tak hanya dari pelatih, apresiasi datang dari sejumlah analis sepak bola Belanda. Jurnalis senior De Telegraaf, Mike Verweij, menyebut Paes sebagai salah satu transfer paling efektif bagi klub Eredivisie yang terjadi di paruh musim.
Selanjutnya, komentator ESPN Belanda, Mark van Rijswijk, memuji ketenangan Paes dalam laga penuh tekanan seperti playoff UECL. ”Dia terlihat sangat tenang untuk pertandingan sebesar ini. Mungkin penampilan Paes hari ini layak disebut sebagai kelas Eropa,” ujar Rijswijk dalam siaran pertandingan.
Mantan penjaga gawang Belanda, Kenneth Vermeer, turut memberikan komentarnya terhadap perkembangan Paes. ”Dia bermain tenang, sebuah kemampuan yang jarang dimiliki kiper Ajax akhir-akhir ini,” komentar Vermeer dalamn program analisis Eredivisie.
Bagi publik Indonesia, performa stabil Paes musim ini tentu menjadi kabar baik. Selain diproyeksikan menjadi sosok penting bagi timnas Indonesia, pemilik MV senilai Rp 28 miliar itu juga menjadi sosok “hero” di bawah mistar salah satu klub terbesar Liga Belanda. (ezaar)

