“Contohnya Muaythai berlangsung selama 3 hari, tapi sampai penyerahan piala para atlet masih cukup fit. Ini menunjukkan semangat berprestasi mereka masih sangat kuat,” jelasnya.
Peningkatan jumlah cabor ini dilakukan demi mempersiapkan fisik, mental, dan pengalaman atlet menuju target ambisius, yakni meraih 250 medali emas pada Porprov 2027 mendatang.
“250 bukan jumlah yang kecil, tapi memang perlu diraih dengan persiapan yang matang. Kami tetap optimis karena selama ini Surabaya konsisten jadi juara umum dan tulang punggung Jatim,” tegas Indriatno.
Dalam pelaksanaannya, Disbudporapar bekerja sama erat dengan KONI Surabaya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan langsung di lapangan hingga akhir pekan.
“Alhamdulillah hingga saat ini berjalan lancar sesuai ekspektasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, menilai kualitas atlet yang bertanding sudah sesuai dengan harapan dari segi kuantitas maupun bakat.
“Kami melihat bahwa atlet-atlet yang bertanding ini ekspektasinya sesuai yang kami harapkan. Semua cabor memiliki keistimewaan masing-masing, bahkan beberapa mampu menarik ribuan peserta,” ujarnya.
Untuk pertama kalinya, suara gamelan, denting angklung, dan hentakan musik Reog Ponorogo menggema sepanjang hari…
Ribuan orang dari unsur pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu…
Uji coba perlindungan sosial (perlinsos) digital, Perlinsos Digital di Surabaya menjadi bagian dari cetak biru…
Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa,…
Memahami realitas sosial tidak selalu harus dimulai dari penelitian lapangan. Bagi Rusydan Hadid, karya sastra…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan catatan sempurna. Bajol Ijo…
This website uses cookies.