Para pemain Persebaya saat kembali berlatih di Lapangan C kompleks Stadion GBT Surabaya usai libur Lebaran. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Setelah menjalani masa jeda kompetisi Super League sekitar dua pekan dalam rangka menyambut Idulfitri, skuad Persebaya Surabaya akhirnya kembali menggelar latihan. Para pemain memulai berlatih di Lapangan C Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Latihan perdana usai jeda tersebut dipimpin langsung oleh pelatih Bernardo Tavares. Para pemain terlihat fokus mengikuti setiap menu latihan yang diberikan dengan suasana yang penuh semangat, menandakan kesiapan mereka untuk menatap lanjutan kompetisi.
Meski para pemain sempat menikmati waktu istirahat yang cukup panjang, Tavares mengapresiasi kedisiplinan anak asuhnya dalam menjaga kondisi tubuh.
“Sejauh ini kondisi para pemain cukup positif. Dari hasil pengecekan, berat badan mereka tetap terjaga sesuai dengan standar yang kami tetapkan. Selama masa jeda, para pemain juga rutin mengirimkan video latihan setiap hari sesuai program yang sudah kami siapkan,” ujarnya.
Tavares menjelaskan bahwa program latihan yang diberikan selama jeda disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain.
“Programnya memang berbeda-beda, karena beberapa pemain juga sedang dalam proses pemulihan cedera,” katanya.
Menurutnya, masa jeda juga menjadi kesempatan penting bagi pemain yang sedang pulih dari cedera untuk memperbaiki kondisi fisiknya secara bertahap.
“Sekarang kami berharap mereka bisa kembali dalam kondisi yang semakin baik. Mereka memiliki waktu sekitar dua minggu untuk tetap berlatih secara mandiri,” jelas pelatih asal Portugal ini.
Namun, ia menyadari bahwa latihan mandiri tidak sama dengan intensitas pertandingan sesungguhnya.
“Namun tentu ada perbedaan antara latihan di gym atau latihan fisik dengan intensitas pertandingan sesungguhnya. Karena itu kami akan melihat bagaimana kondisi mereka ketika kembali menjalani latihan bersama,” ucapnya.
Selain kondisi fisik, Tavares juga menaruh perhatian pada kesiapan mental para pemain setelah jeda. Hal ini menjadi penting mengingat sebelum jeda, Persebaya harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC yang cukup berat bagi tim.
Namun, Tavares percaya cara terbaik untuk mengembalikan kepercayaan diri tim adalah melalui kerja keras.
“Cara terbaik untuk membangun mentalitas adalah dengan bekerja keras di setiap sesi latihan. Dari situ para pemain bisa terus berkembang, menjadi lebih baik, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi,” pungkasnya. (ahm)
Keberadaan Hantavirus di Indonesia bukanlah hal yang baru. Tercatat sudah ada sebanyak 23 kasus infeksi…
Sebanyak 28.445 jemaah haji dari total 76 kloter keberangkatan Embarkasi Surabaya kini telah resmi berada…
Saat akhir pekan, Bupati Sidoarjo Subandi kerap melakukan kegiatan sambang rakyat. Melihat secara langsung dari…
Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan putusan perkara Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Sby…
Praktek kecurangan dengan menggunakan joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes…
Seorang satpam bernama Deky, 34, warga Pesapen, Surabaya, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos…
This website uses cookies.