Categories: Bumi Aulia

Meneladani Ulama Sufi Mbah Sahlan Tholib dari Sidoarjo; Kisah Berada di Dua Tempat Bersamaan dan Waktu Sholat yang Mundur (3)

Pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 M, Metrotoday.id menayangkan kisah kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku ”Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

===

Gus Yunus, salah seorang cucu Mbah Sahlan, mengisahkan, pada suatu ketika Mbah Sahlan diundang ke Desa Miru, Kedamean, Gresik. Acaranya sehabis sholat Isya’. Namun, beliau lupa dan langsung tidur setelah sholat Isya’. Saat terbangun dan teringat ada undangan tersebut, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00.

Mbah Sahlan kemudian mengajak santri untuk menemani ke lokasi acara di Desa Miru. Dalam hati santri berkata, acara sehabis Isya’ dan saat berangkat sudah pukul 10 malam. Apalagi, jaraknya sekitar 7 kilometer. Saat tiba, acara pasti sudah selesai.

Namun, keanehan terjadi. Ketika tiba di desa tujuan, santri tersebut mendengar puji-pujian yang biasa dilantunkan ketika orang hendak sholat berjamaah di masjid. Terbawa oleh rasa penasaran, bertanyalah santri itu kepada warga ihwal lantunan puji-pujian tersebut. Jawabannya sungguh mengagetkan santri itu sendiri.

”Ternyata saat sampai di sana, jamaah masih akan melaksanakan shalat Isya’. Padahal, berangkatnya sudah jam 10 malam,” kata Gus Yunus yang kini diberi kepercayaan untuk mengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Sahlaniyah peninggalan kakeknya.

Kisah lain, suatu ketika Mbah Sahlan bersama dengan Mbah Haji Ilyas Benowo. Beberapa hari kemudian, Mbah Ilyas bertanya kepada Pak Nur Jein, salah seorang putra gawan Mbah Sahlan (Mbah Sahlan menikah dengan nyai yang sudah punya anak) tentang keberadaannya kemarin.

Putra tersebut menjawab bahwa dirinya menemani Mbah Sahlan ke Madura. Namun, Mbah Ilyas menyatakan bahwa pada hari itu dirinya menemani Mbah Sahlan di Surabaya. Keduanya pun eyel-eyelan karena merasa sedang bersama Mbah Sahlan pada saat yang sama.

Karamah Mbah Sahlan lainnya berkaitan dengan upaya menghilangkan kemusyrikan. Pada masa itu tidak sedikit masyarakat yang menyembah pohon-pohon besar yang mereka anggap keramat. Tidak ada orang yang berani memotong pohon tersebut. Sebab, menurut keyakinan mereka, jika itu dilakukan akan berakibat pemotong pohon akan sakit, bahkan meninggal dunia.

Mbah Sahlan kemudian meminta kepada orang yang biasa memotong pohon seraya mengatakan bahwa yang menyuruh memotong pohon tersebut adalah dirinya.

”Walhasil, setelah pohon tersebut dipotong, orang yang memotong juga tidak apa-apa,” kaya Gus Yunus. ”Dalam dunia lain, istilahnya di makhluk gaib juga dihormati, sekaligus diwedeni (ditakuti),” imbuh Ketua Yayasan Bahrul Ulum Sahlaniyah itu. (Redaksi/Bersambung)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

Naufal

Recent Posts

Bakti Sosial Hari Kartini, Wabup Mimik Idayana Tinjau Infrastruktur dan Kondisi Warga di Wilayah Terpencil Sidoarjo

Hari Kartini diperingati dengan cara berbeda oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Ia meninjau…

38 minutes ago

Bupati Subandi Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Waru, Salurkan Kursi Roda di Gedangan

Bupati Sidoarjo H. Subandi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Selain meninjau Rumah Tidak Layak Huni,…

7 hours ago

Dewan Pers Dorong Penguatan Perlindungan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta

Dewan Pers menyerahkan sejumlah masukan strategis kepada pemerintah terkait perlindungan karya jurnalistik dalam Rancangan Undang-Undang…

12 hours ago

Anies Baswedan Berbagi Tips Memakmurkan Masjid: Harus Terlibat Selesaikan Persoalan Lingkungan dan Ketimpangan Sosial

Anies Rasyid Baswedan berbagi tips untuk bisa memakmurkan masjid. Salah satunya mengajak umat Islam untuk…

15 hours ago

Taklukkan Malut United 2-1 di Ternate, Tavares Puji Kekompakan Permainan Persebaya

Tampil dengan strategi yang efektif, Persebaya berhasil membawa pulang tiga poin penuh lewat kemenangan 2-0…

22 hours ago

Bupati Subandi Gaspol Tangani Sampah, Ajak Semua Pihak Bersatu Lawan Persoalan Lingkungan

Persoalan sampah di Kabupaten Sidoarjo kian mendapat perhatian serius. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan komitmennya…

1 day ago

This website uses cookies.