Dalam beberapa literatur, K.H. Sahlan Tholib pernah disebutkan menelurkan karya Syi’ir Tanpo Waton. Lagu yang telah berubah menjadi puji-pujian itu sampai saat ini banyak diputar di masjid-masjid.
Mbah Sahlan termasuk salah seorang ulama yang hidup pada masa perang kemerdekaan. Meski tidak ikut berperang langsung melawan penjajah, beliau kerap menjadi jujukan para pejuang yang meminta untuk didoakan,
Laku spiritual Mbah Sahlan dipenuhi dengan nilai-nilai kesufian. Hal itu sudah dijalani sejak masih mondok. Berpuasa setiap hari, sabar, terus bersholawat, hingga mendermakan harta tidak luput dalam amaliyah keseharian.
K.H. Sahlan Tholib atau Mbah Sahlan dikenal sebagai ulama tasawuf yang mendidik santrinya agar lebih banyak melakukan riyadhloh, tirakat, atau laku batin.