Categories: Bumi Aulia

K.H. Ali Mas’Ud, Waliyullah Unik Penuh Karamah (12): Haul Selalu Meriah dengan Semaan Quran dan Dzikrul Ghofilin dari Gus Miek

Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Metrotoday.id menayangkan kisah kisah religi jejak para Auliya (Waliyullah) penyebar agama Islam yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penayangan kisah ini bersumber dari buku “Sidoarjo Bumi Aulia” karya Muh. Subhan dan Fathur Roziq.

—————————–

SELAIN dipakai untuk berziarah, makam Mbah Ud juga dipergunakan untuk menggelar pengajian dan aktivitas keagamaan lain. Apalagi saat haul Mbah Ud yang jatuh pada 27 Rajab bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj. Kompleks makam penuh sesak dengan ribuan jamaah.

Di kompleks makam biasanya digelar acara yang dibagi menjadi tiga sesi. Berlangsung selama tiga hari atau tiga malam. Di hari pertama semaan Al-Quran Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin yang dulu dipimpin Gus Miek (K.H. Chamim Tohari Djazuli).

Kini, semaan dan Dzikrul Ghofilin tersebut dipimpin oleh putra bungsu Gus Miek, yakni Gus Robert (Agus Tijani Robert Saifun Nawas).

Beliau didampingi putranya yang juga cucu Gus Miek dan K.H. Ahmad Siddiq, yakni Gus Thuba (Thuba Topo Broto Maneges). Gus Thuba dikenal memiliki suara merdu dan gaya berdakwah laiknya sang kakek, Gus Miek.

Pembacaan sholawat dan hadrah dari jam’iyah ISHARI dalam momen Haul Ke-47 K.H. Ali Mas’ud pada 16 Januari 2026. (Foto: Youtube TV9)

Hari kedua diisi dengan pembacaan sholawat dan hadrah atau terbangan jam’iyah ISHARI dari seluruh Jawa Timur. Acara ditutup dengan pembacaan tahlil dan pengajian umum yang disampaikan oleh tokoh-tokoh NU ternama dari Jawa Timur maupun nasional.

”Haul tahun ini yang digelar pada 7-9 Januari 2025 lalu, pengajian umum diisi oleh Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siraj, mantan Ketua Umum PBNU yang kini menjabat sebagai Mustasyar. Tahun lalu, pengajian diisi oleh K.H. Agoes Ali Masyhuri yang juga Wakil Rais PWNU Jatim,” papar Gus Aman.

Tak hanya di makam, haul Mbah Ud juga rutin digelar di rumah kakaknya, Nyai Masrifah. Berupa pembacaan maulid dan tahlil di rumah Pagerwojo yang pernah ditinggali Mbah Ud. Pembacaan maulid dan tahlil ini dimulai setelah subuh.

Di rumah ini pula, rutin digelar majelis sholawat K.H. Ali Mas’ud setiap Rabu Wage. (Redaksi/habis)

(*) Materi artikel ini disadur dari buku Sidoarjo Bumi Aulia atas seizin Bappeda Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik produk

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

18 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

20 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

1 day ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.