Transformasi dari tenaga penjualan menjadi pemimpin perusahaan dengan jaringan nasional itu menunjukkan bahwa pengalaman di garis depan bisnis dapat menjadi fondasi untuk membangun usaha yang lebih besar. Namun, pertumbuhan tersebut tetap membutuhkan konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta dukungan pengelolaan usaha yang semakin matang.
Perjalanan Naik Kelas Selama 12 Tahun
Pertumbuhan usaha Zaky juga tercermin dari perjalanannya sebagai nasabah BRI. Selama lebih dari satu dekade, kebutuhan perbankannya berkembang mengikuti skala bisnis yang dijalankan.
Pada awal kemitraan di 2014, Zaky berada di segmen Mikro dengan plafon pembiayaan di bawah Rp500 juta. Seiring meningkatnya aktivitas usaha, ia kemudian masuk segmen Small dan Medium sebelum mencapai segmen Komersial pada 2026.
Peningkatan segmentasi ini menggambarkan perubahan kebutuhan bisnis, mulai dari pembiayaan hingga layanan transaksi dan pengelolaan keuangan perusahaan. Ketika jaringan usaha semakin luas, kebutuhan pengelolaan arus kas dan operasional pun menjadi semakin penting.
“Saya memilih pembiayaan di BRI karena ingin memiliki mitra perbankan yang bisa mengikuti perkembangan usaha. Seiring bisnis semakin besar, kebutuhan kami juga berubah, mulai dari pembiayaan hingga layanan transaksi bahkan staf BRI ikut memberikan pendampingan terkait pengembangan usaha,” ungkap Zaky.
Pemimpin Cabang BRI Surabaya Jemursari, Octarez Abi Ibrahim, menilai perjalanan Zaky menjadi gambaran bagaimana pelaku usaha dapat terus meningkatkan kapasitas bisnisnya dari waktu ke waktu.
“Kisah Bapak Zaky Gufron merupakan contoh inspiratif bagaimana pelaku usaha dapat terus bertumbuh dan naik kelas. Beliau telah menjadi nasabah BRI sejak 2014, mengawali perjalanan dari segmen Mikro, kemudian berkembang ke Small dan Medium, hingga akhirnya memasuki segmen Komersial pada 2026. Kini beliau berhasil memimpin perusahaan yang memiliki 14 kantor cabang penjualan di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Octarez.
Menurut dia, keberhasilan nasabah naik kelas tidak semata-mata dilihat dari peningkatan plafon pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan mengembangkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
“Bagi BRI, keberhasilan nasabah naik kelas bukan semata-mata diukur dari peningkatan plafon pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan nasabah dalam mengembangkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing bisnisnya. BRI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis yang hadir dalam setiap tahapan pertumbuhan usaha nasabah,” tambahnya.

Octarez menegaskan, kebutuhan layanan keuangan akan terus berubah mengikuti perkembangan perusahaan. Karena itu, dukungan perbankan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga solusi transaksi dan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.
Bukan Sekadar Membesarkan Usaha
Perjalanan Zaky memperlihatkan bahwa membangun bisnis bukanlah proses instan. Pengalaman sebagai tenaga penjualan menjadi titik awal untuk memahami pasar, sedangkan konsistensi mengembangkan usaha membawanya hingga memimpin perusahaan dengan 14 cabang penjualan.


