Harry Kane dan Jude Bellingham yang membuat tuan rumah Meksiko harus menyudahi langkahnya di Piala Dunia 2026. (Foto: Marca)
METROTODAY, MEXICO CITY – Sebelum peluit sepak mula dibunyikan hari Senin (6/7) di Mexico City Stadium, atmosfer panas sudah tersaji di luar arena pertandingan. Skuad besutan Thomas Tuchel sempat dibuat kelabakan saat hotel tempat menginap tim nasional (timnas) Inggris diteror oleh ledakan kembang api dan rentetan mercon yang sengaja dinyalakan oleh oknum pendukung Meksiko di tengah malam guna merusak konsentrasi.
Gangguan tidur tersebut rupanya belum cukup menjadi ujian mental bagi tim Tiga Singa, sebab laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang krusial juga sempat tertunda selama satu jam akibat badai petir dahsyat yang melanda wilayah setempat.
Sejak peluit awal dibunyikan, Meksiko tampil jauh lebih dominan. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri dan terbantu faktor ketinggian Kota Meksiko, El Tri (julukan Meksiko) berani mengendalikan tempo serta lebih sering mengurung pertahanan Inggris.
Tiga Singa lebih memainkan sepak bola reaktif, yakni mengandalkan lari cepat dari kedua sisi sayapnya yang disetir oleh Anthony Gordon dan Bukayo Saka.
Dominasi dari skuad Javier Aguirre itu semakin kentara setelah bek Inggris Jarrell Quansah menerima kartu merah pada awal babak kedua usai pelanggarannya terhadap Jesús Gallardo ditingkatkan wasit menjadi kartu merah melalui tinjauan VAR.
Meski unggul jumlah pemain, Meksiko gagal memaksimalkan momentum setengah jam sisa tersebut karena penyelesaian akhir mereka beberapa kali mentah di pelukan Jordan Pickford.
Menurut ABC7 New York, secara statistik, pertandingan menunjukkan betapa Meksiko lebih banyak menguasai permainan. Tuan rumah mencatat persentase penguasaan bola lebih tinggi, melepaskan lebih banyak tembakan, serta memaksa Inggris bertahan sangat dalam selama sebagian besar babak kedua, terutama setelah Quansah diusir keluar lapangan.
Namun, efektivitas menjadi jawaban. Inggris mampu mengubah peluang emas menjadi gol melalui dua penyelesaian klinis dalam rentang waktu dua menit milik Jude Bellingham dan satu eksekusi penalti Harry Kane.
Sebaliknya, Meksiko yang terus menggempur hanya mampu membalas lewat Julián Quiñones dan penalti Raúl Jiménez sebelum akhirnya pusing mengejar gol penyama kedudukan.
Dalam pernyataannya, penyerang senior Meksiko, Raúl Jiménez tak mampu membendung air matanya saat berjalan melewati zona media. Bomber yang sukses mengeksekusi penalti tersebut merasa timnya telah mengkhianati perjuangan luar biasa para pendukung yang sudah memberikan teror psikologis kepada Inggris sejak malam sebelum laga.
“Rakyat Meksiko sudah melakukan segalanya untuk membantu kami menang, mulai dari luar hotel hingga memenuhi seisi stadion. Kami mengurung Inggris, kami membuat mereka panik, tetapi sepak bola adalah tentang mencetak gol, bukan sekadar memutar bola di area pertahanan lawan. Ini adalah malam paling menyedihkan dalam karier saya,” ungkap Jiménez dengan suara bergetar, dikutip dari Diario Mexico.
Di seberang, Inggris justru memenangkan pertandingan ketika mereka lebih banyak bertahan dan dipaksa bermain dengan sepuluh orang. Meksiko yang mendominasi hampir seluruh aspek permainan harus menerima kenyataan getir karena kurang tajam di depan gawang.
Efisiensi menjadi senjata utama skuad Thomas Tuchel. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk menghukum setiap kesalahan lawan. Pertandingan ini boleh dikatakan sebagai contoh bahwa merajai statistik tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir. (eza/mt)
Mengenakan sepatu bagi penyandang keterbatasan anggota gerak atas atau Upper Limb Deficiency (ULD) sering kali…
Keluhan warga terkait dugaan pungutan saat mengurus administrasi pindah masuk di kawasan Sememi telah diklarifikasi…
Air mata membasahi wajah Neymar Jr. saat peluit panjang laga Brasil kontra Norwegia berbunyi di…
Pemkot Surabaya mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD tahun 2025 sebesar Rp 516,896 miliar.…
Belgia memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas…
Langkah Timnas Spanyol menuju perempat final Piala Dunia 2026 harus dibayar dengan pertarungan sengit nan…
This website uses cookies.