Categories: Akal Sehat

Mengakhiri Sengkarut Siapa Sebenarnya Penafsir Kerugian Keuangan Negara Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026

Secara konstitusional, BPK yang memiliki kewenangan untuk menentukan kerugian keuangan negara. Namun, secara fisik, BPK hanya memiliki 34 kantor perwakilan di seluruh Indonesia dengan jumlah auditor investigatif yang sangat terbatas. Jumlah yang ramping ini dipaksa menghadapi tsunami perkara korupsi yang disidik oleh tiga institusi sekaligus setiap tahunnya: Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK, dari tingkat pusat hingga kabupaten. Data dari tesis milik Yosefin Ernawati Nazara yang berasal dari Universitas Andalas menyatakan bahawa di Pengadilan Tipikor Padang periode 2016–2019 menjadi potret nyata dari ketimpangan ini. Statistik menunjukkan sebuah anomali yang mencengangkan: hanya 11,11% perkara korupsi yang menggunakan ahli dari BPK. Lalu, bagaimana dengan 88,89% sisanya?

BPKP dan APIP untuk itu tetap memiliki ruang kewenangan yang sah dalam kerangka pengawasan internal pemerintahan dan audit investigatif administratif. Dalam praktik penegakan hukum, kedua lembaga ini berperan penting dalam menemukan indikasi awal penyimpangan, melakukan audit pendahuluan, verifikasi administratif, hingga menyediakan preliminary findings yang dibutuhkan penyidik untuk bergerak cepat. Peran tersebut menjadi sangat penting terutama ketika aparat penegak hukum dihadapkan pada keterbatasan waktu penyidikan dan tingginya jumlah perkara korupsi yang harus ditangani.

Oleh sebab itu, prinsip proporsionalitas menuntut agar kewenangan setiap lembaga tidak diposisikan secara absolut, melainkan dibedakan berdasarkan tingkat kewenangannya. BPK dapat ditempatkan sebagai lembaga yang memiliki kewenangan deklaratif atau konfirmatif final, sedangkan BPKP dan APIP menjalankan fungsi pendukung dan investigatif awal. Dengan konstruksi seperti ini, sistem hukum tetap dapat menjaga legitimasi konstitusional BPK tanpa harus mengorbankan efektivitas pemberantasan korupsi di lapangan. Jika dinarasikan secara sederhana, BPK adalah penjaga gawang terakhir (the ultimate gatekeeper), sementara BPKP dan APIP adalah mesin penggerak yang memastikan pasokan bukti di tingkat awal tidak macet. Konstitusi memberikan BPK otoritas tertinggi, namun tidak pernah melarang lembaga lain untuk membantu menyalakan lampu penerang di awal penyidikan.

Prinsip proporsionalitas juga menjadi jalan tengah yang lebih realistis dibanding memusatkan seluruh beban audit hanya pada satu lembaga. Sebab, dalam praktiknya, pemberantasan korupsi membutuhkan kerja kolaboratif antar institusi pengawasan negara. Yang perlu dibangun bukanlah dominasi kewenangan, melainkan sinkronisasi fungsi agar setiap lembaga bekerja dalam batas kewenangannya masing-masing demi tercapainya kepastian hukum sekaligus efektivitas penegakan hukum. Konstitusi menuntut pemberantasan korupsi dilakukan dengan benar dan tertib, namun ia tidak pernah didesain untuk membuat proses keadilan menjadi sesuatu yang mustahil dilaksanakan di alam nyata. Menegakkan hukum dengan menutup mata dari realitas kapasitas institusi bukanlah bentuk kepatuhan hukum, melainkan kelumpuhan buatan yang justru menguntungkan para pelaku korupsi. (*)

Page: 1 2 3

Naufal

Recent Posts

Kutukan Dukun Ghana Resmi Kedaluwarsa, Harry Kane Kembali Nyekor

Panggung megah New York New Jersey Stadium menjadi saksi bisu keperkasaan Timnas Inggris yang sukses…

2 days ago

Setan Merah Akhirnya Ngamuk! Selandia Baru Terkejut, Belgia Melejit

Belgia akhirnya menunjukkan wajah asli sebagai salah satu kekuatan Eropa di Piala Dunia 2026. Setelah…

3 days ago

Sudah Pasang Kacamata, Salam dari Ruang VAR Bikin Iran Merana

Pertandingan pamungkas Grup G Piala Dunia di Seattle Stadium berubah menjadi panggung drama yang memguras…

3 days ago

Blunder Kiper Tua Bikin Nyeri, Uruguay Harus Pamit Undur Diri!

Timnas Spanyol memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup H…

3 days ago

Arab Saudi Kena Prank Negara Seupil, Elang Hijau Dibikin Numpang Lewat Lagi di Piala Dunia 2026

Kisah dongeng Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 belum berakhir. Tim berjuluk Hiu Biru itu…

3 days ago

Irak Menangis, Harapan Senegal ke 32 Besar Belum Terkikis

Timnas Senegal menjaga asa bertahan di Piala Dunia 2026 setelah melumat Irak dengan skor telak…

3 days ago

This website uses cookies.