METRO TODAY-SURABAYA – Bagi para penyandang disabilitas tak boleh berkecil hati akan masa depannya. Sebab, bagi mereka yang bercita-cita menjadi polisi tetap bisa meraih mimpinya.
Ini dikarenakan Polri membuka rekrutmen Bintara jalur penyandang disabilitas. Peluang ini memungkinkan mereka yang tidak memiliki anggota tubuh lengkap bisa berkiprah menjadi polisi.
Ini pula yang diceritakan oleh Bripda Ahmad Fikri Oktavian sebagaimana yang ditayangkan di podcast Polda Jatim.
Bripda Fikri merupakan salah satu penyandang disabilitas yang kini berkarir sebagai polisi.
Fikri yang kini berusia 21 tahun itu tidak memiliki jari manis di salah satu tangannya.
Ia bercerita bahwa ia kehilangan jari manis saat terjatuh dari lantai dua sekolahnya. Jari manisnya terjepit besi dan putus.
Semula ia sempat berpikir memupus mimpinya untuk menjadi bintara polisi. Namun demikian, dalam hatinya dia tetap berharap dia tetap bisa menjadi polisi sebagaimana bapaknya.
Doanya setiap malam terbayar. Pulang dari berdinas, ayahnya mengabarkan bahwa Polri membuka rekrutmen bintara untuk penyandang disabilitas. “Saya daftar dan Alhamdulillah diterima,” kata Fikri.
Kisah Inspiratif Natasha Rizky dan Sabrina Anggraini dalam Ramadan Sanctuary Instaperfect
Dia mengungkapkan bahwa ada kekhususan bagi penyandang disabilitas saat mengikuti tes jasmani. “Karena saya tidak memiliki jari manis, maka saya tidak perlu melakukan pull up,” terangnya.
Selebihnya, kata dia, semuanya sama saja. Fikri pun dinyatakan lolos dan bisa mengikuti pendidikan Bintara Polri.
Fikri mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas tak boleh menyerah dengan cita-citanya.
Meskipun sebagai penyandang disabilitas, Fikri adalah pemuda berprestasi. Semasa sekolah, Fikri adalah atlet boxing.
Dalam banyak kejuaraan, Fikri berhasil unggul. Fikri mengatakan kekuarangan dalam diri tak boleh menjadi penghalang untuk berprestasi.
Polri merekrut Bintara dari banyak jalur. Selain polisi tugas umum, juga ada kompetensi lain yang bisa dimasuki. Di antaranya kompetensi hukum, kompetensi tenaga kesehatan, kompetensi tata boga dan masih banyak jalur lain yang bisa diikuti.

