Menunggu Kereta Sembari Mencanting, KAI Daop 8 Hadirkan Pengalaman Membatik di Stasiun Gubeng

METROTODAY, SURABAYA – Suasana berbeda terasa di Stasiun Surabaya Gubeng, Jumat (2/10). Di ruang tunggu, tersedia canting, malam yang sudah dicairkan, dan kain putih. Penumpang dipersilakan mencoba membatik sembari menunggu keberangkatan kereta.

Tak hanya itu, pula peragaan busana batik juga digelar. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, bertepatan dengan pengakuan UNESCO atas batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2009.

KAI Daop 8 Surabaya menggandeng UMKM binaan KAI untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya batik serta memberdayakan pelaku usaha lokal.

Deputy KAI Daop 8 Surabaya, Rachmad Zaini Kurniawan, menyampaikan kegiatan ini sebagai wujud komitmen menghadirkan nilai tambah di sela perjalanan, sekaligus memanfaatkan ruang stasiun sebagai wadah pelestarian budaya.

“Momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif bagi penumpang. Melalui kegiatan mencanting ini, penumpang dapat mengenal lebih dekat proses pembuatan batik dan memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Rachmad.

Keterlibatan UMKM binaan KAI juga menjadi bagian penting. Selain berbagi keterampilan, para perajin mendapat ruang memperkenalkan karya dan produk mereka langsung kepada penumpang.

“Tidak hanya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik, tetapi juga mendukung UMKM binaan KAI agar semakin dikenal. Dengan mempertemukan penumpang dan pelaku UMKM secara langsung, kami berharap dapat membuka peluang promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal,” jelasnya.

KAI Daop 8 berharap kegiatan ini mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, mencintai batik tidak hanya tampilannya, melainkan proses dan nilainya.

“Melestarikan budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenal, mencoba, dan bangga menggunakan batik. Stasiun tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan pelanggan menuju tujuan, tetapi juga tempat hadirnya pengalaman dan cerita positif tentang budaya Indonesia,” tuturnya.

METROTODAY, SURABAYA – Suasana berbeda terasa di Stasiun Surabaya Gubeng, Jumat (2/10). Di ruang tunggu, tersedia canting, malam yang sudah dicairkan, dan kain putih. Penumpang dipersilakan mencoba membatik sembari menunggu keberangkatan kereta.

Tak hanya itu, pula peragaan busana batik juga digelar. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, bertepatan dengan pengakuan UNESCO atas batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2009.

KAI Daop 8 Surabaya menggandeng UMKM binaan KAI untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya batik serta memberdayakan pelaku usaha lokal.

Deputy KAI Daop 8 Surabaya, Rachmad Zaini Kurniawan, menyampaikan kegiatan ini sebagai wujud komitmen menghadirkan nilai tambah di sela perjalanan, sekaligus memanfaatkan ruang stasiun sebagai wadah pelestarian budaya.

“Momentum Hari Batik Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif bagi penumpang. Melalui kegiatan mencanting ini, penumpang dapat mengenal lebih dekat proses pembuatan batik dan memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Rachmad.

Keterlibatan UMKM binaan KAI juga menjadi bagian penting. Selain berbagi keterampilan, para perajin mendapat ruang memperkenalkan karya dan produk mereka langsung kepada penumpang.

“Tidak hanya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik, tetapi juga mendukung UMKM binaan KAI agar semakin dikenal. Dengan mempertemukan penumpang dan pelaku UMKM secara langsung, kami berharap dapat membuka peluang promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal,” jelasnya.

KAI Daop 8 berharap kegiatan ini mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, mencintai batik tidak hanya tampilannya, melainkan proses dan nilainya.

“Melestarikan budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenal, mencoba, dan bangga menggunakan batik. Stasiun tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan pelanggan menuju tujuan, tetapi juga tempat hadirnya pengalaman dan cerita positif tentang budaya Indonesia,” tuturnya.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait