METROTODAY, PANDEGLANG — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) berskala besar resmi digelar di perairan Selat Sunda. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan sedikitnya 11 armada kapal perang dan armada penyelamat serta lebih dari 300 personel gabungan untuk melacak keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di selat Sunda.
Upaya pencarian yang kini telah memasuki hari ketiga memperluas jangkauan penyisiran hingga mencakup enam sektor dengan total luas area mencapai 2.109 nautical mile persegi, membentang dari garis pantai Banten hingga perairan utara Lampung.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus dan berupaya maksimal agar para korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Seluruh potensi pertolongan digerakkan secara sinergis di bawah komando SAR Mission Coordinator (SMC) yang dipegang oleh Kepala Kantor SAR Banten, dengan dukungan penuh dari dua kantor SAR wilayah (Banten dan Lampung), TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Pemerintah Daerah, hingga BPBD,” jelas Syafii di Pos SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (10/9).
Armada laut yang dikerahkan mencakup kombinasi alutsista milik TNI AL, Kepolisian, Basarnas, serta kapal pendukung potensi SAR lokal.
Beberapa unit yang difokuskan menyisir perairan terbuka antara lain KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, serta armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten.
Selain kekuatan di lautan, tim penyelamat juga membekali kapal penyisir dengan teknologi drone pemantau udara untuk menjangkau titik-titik yang sulit terlihat dari permukaan laut, meski penggunaannya harus terus disesuaikan dengan dinamika pergerakan angin dan cuaca di lapangan.
Pencarian yang telah berlangsung sejak pelaporan hilang kontak pada Senin (7/9) ini menyasar delapan orang yang berada di atas kapal. Rombongan tersebut terdiri atas lima orang jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu Agency, dan Donal sebagai jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah kru dan pendamping perjalanan, yaitu Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto selaku pemandu (guide).
Syafii menjelaskan, strategi pencarian tak hanya terfokus pada perairan lepas. Pada wilayah kerja Sektor E, tim SAR turut menggandeng masyarakat dan nelayan lokal untuk melakukan penyisiran mendalam di sepanjang garis pantai serta wilayah pesisir Banten.
“Penyisiran darat dan laut ini dilakukan beriringan guna memastikan tidak ada wilayah potensial yang terlewat,” katanya.
Untuk menghindari beredarnya kabar spekulatif atau informasi yang simpang siur di tengah masyarakat, Kepala Basarnas mengimbau publik untuk senantiasa memantau dan mengacu pada pembaruan informasi resmi yang dirilis dari Posko SAR Pusat di Pantai Marina Carita, Pandeglang.
“Karena itu, kita mengharapkan informasi-informasi nanti yang akan disampaikan, itu menjadi informasi yang resmi disampaikan oleh pemerintah,” tuturnya.
Tim gabungan menjadwalkan agenda rapat koordinasi setiap pagi hari dan pelaksanaan evaluasi menyeluruh pada sore hari untuk menentukan langkah dan penyesuaian taktis operasi pencarian selanjutnya.
Ia menambahkan bahwa tim SAR gabungan akan melaksanakan operasi dengan dibagi secara terstruktur melalui pembagian wilayah kerja dari pelabuhan di Banten hingga perairan Lampung.
”Kita sedikit memberikan informasi perihal perizinan operasi yang hari ini menjadi divisiktor, dimana nanti kita berbagi dalam sektor itu dari Pelabuhan Ciwandan, kemudian KN SAR Basudewa, Kantor SAR Lampung, KRI Beserta dan Lepu itu bergerak dari wilayah Lampung,” katanya.
Selama operasi SAR gabungan ini pihaknya telah mengerahkan sejumlah alutsista laut, antara lain KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, serta unsur Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten.
Selain penyisiran di laut lepas, tim SAR juga mengoptimalkan peran nelayan lokal untuk menjangkau wilayah pesisir. (mt)


