BPBD dan BMKG: Sesar Kendeng Ada di Surabaya, Tak Perlu Panik dan Siapkan Kesiapsiagaan

METROTODAY, SURABAYA – Menyusul ramainya pembahasan soal keberadaan sesar atau patahan di wilayah Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi.

Masyarakat diminta tidak perlu panik, namun wajib memahami risiko dan memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana gempa.

Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa sesar yang dimaksud adalah bagian dari sistem Sesar Kendeng, garis patahan panjang yang membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa. Di wilayah Surabaya, struktur ini terbagi menjadi dua segmen utama: Segmen Surabaya dan Segmen Waru.

“Adanya sesar aktif ini masyarakat tidak perlu takut, bukan berarti adanya sesar tersebut bakal terjadi gempa sekarang atau sebentar lagi. Tapi, masyarakat tetap penting untuk mengetahui risikonya,” kata Irvan, Kamis (10/9).

Menurutnya, kesadaran akan risiko bencana harus dimulai dari setiap individu. Pemkot Surabaya melalui BPBD pun terus bergerak melakukan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan baik di lingkungan padat penduduk, sekolah, maupun kawasan perkantoran agar warga tahu apa yang harus dilakukan saat bahaya datang.

“Kita terus lakukan, setiap hari kita berjalan. Diminta atau tidak diminta, kita jalan untuk melakukan mitigasi,” tegasnya.

Irvan juga mengingatkan agar warga hanya mempercayai informasi dari sumber resmi, yaitu BMKG dan BPBD, serta tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika BMKG Kelas I Pasuruan, Rozikan, menegaskan hal serupa: patahan di Surabaya bukanlah struktur baru.

Data geologi yang dipublikasikan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen) tahun 2017 dan 2024 membuktikan ini adalah struktur purba yang sudah lama teridentifikasi dan kembali dipetakan secara lebih lengkap.

“Jadi bukan yang terbentuk baru. Kemudian di Surabaya ini ada beberapa ya, ada sesar Kendeng yaitu jalur patahan yang melintasi Kota Surabaya, ada segmen Surabaya dan Waru,” jelas Rozikan.

METROTODAY, SURABAYA – Menyusul ramainya pembahasan soal keberadaan sesar atau patahan di wilayah Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi.

Masyarakat diminta tidak perlu panik, namun wajib memahami risiko dan memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana gempa.

Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa sesar yang dimaksud adalah bagian dari sistem Sesar Kendeng, garis patahan panjang yang membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa. Di wilayah Surabaya, struktur ini terbagi menjadi dua segmen utama: Segmen Surabaya dan Segmen Waru.

“Adanya sesar aktif ini masyarakat tidak perlu takut, bukan berarti adanya sesar tersebut bakal terjadi gempa sekarang atau sebentar lagi. Tapi, masyarakat tetap penting untuk mengetahui risikonya,” kata Irvan, Kamis (10/9).

Menurutnya, kesadaran akan risiko bencana harus dimulai dari setiap individu. Pemkot Surabaya melalui BPBD pun terus bergerak melakukan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan baik di lingkungan padat penduduk, sekolah, maupun kawasan perkantoran agar warga tahu apa yang harus dilakukan saat bahaya datang.

“Kita terus lakukan, setiap hari kita berjalan. Diminta atau tidak diminta, kita jalan untuk melakukan mitigasi,” tegasnya.

Irvan juga mengingatkan agar warga hanya mempercayai informasi dari sumber resmi, yaitu BMKG dan BPBD, serta tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika BMKG Kelas I Pasuruan, Rozikan, menegaskan hal serupa: patahan di Surabaya bukanlah struktur baru.

Data geologi yang dipublikasikan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen) tahun 2017 dan 2024 membuktikan ini adalah struktur purba yang sudah lama teridentifikasi dan kembali dipetakan secara lebih lengkap.

“Jadi bukan yang terbentuk baru. Kemudian di Surabaya ini ada beberapa ya, ada sesar Kendeng yaitu jalur patahan yang melintasi Kota Surabaya, ada segmen Surabaya dan Waru,” jelas Rozikan.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait