Kedua segmen ini merupakan bagian dari zona lipatan dan patahan Kendeng yang memanjang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Berdasarkan pemutakhiran data tahun 2024 segmen Surabaya mempunyai potensi kekuatan maksimal 6,7 magnitudo, bergerak sekitar 0,5 milimeter/tahun. Dan segmen Waru potensi kekuatan maksimal 6,8 magnitudo, bergerak sekitar 1 milimeter/tahun
Jika terjadi gempa terkuat, guncangan bisa mencapai intensitas 6–8 MMI cukup untuk merusak bangunan biasa, namun bangunan yang dibangun sesuai standar tahan gempa hanya akan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
“Efeknya apa kalau terjadi magnitudo maksimum? Guncangan bisa mencapai intensitas 6 hingga 8 MMI. Skala ini dapat memicu kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan tahan gempa. Serta kerusakan berat hingga roboh pada bangunan biasa atau tanpa struktur,” paparnya.
Rozikan juga membagikan langkah praktis yang harus diketahui setiap warga dengan cek kebenaran informasi hanya dari sumber resmi seperti aplikasi Info BMKG atau pengumuman Pemkot.
Kuasai prinsip keselamatan yakni Menunduk, Lindungi Kepala, Berpegangan (Drop, Cover, Hold On).
Kenali jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat dari tempat tinggal maupun tempat kerja. Pelajari cara penyelamatan diri dan keluarga sejak dini
“Tetap tenang, kemudian pahami prinsip seperti drop, cover, hold on. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah kenali akses evakuasi, di mana kita berada tentunya sudah ada rambu evakuasi, jalur evakuasi dan titik kumpul. Nah, kemudian lokasi titik kumpul itulah yang menjadi tujuan akhir dari kita apabila terjadi bencana,” pungkasnya. (ahm)


