METROTODAY, SURABAYA – Persebaya akan memulai perjalanan panjang di Super League 2026/27 dengan tandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu (5/9) sore. Gelandang andalan Persebaya, Francisco Rivera, menyambut laga perdana ini dengan semangat tinggi dan siap membawa pulang kemenangan.
Persebaya datang ke Lampung dengan modal positif. Green Force mencatat enam kemenangan dan satu imbang dari tujuh laga pramusim, sekaligus menjuarai Piala Presiden 2026. Rangkaian persiapan juga mencakup laga uji coba melawan Penang FC dan pemusatan latihan di Thailand.
Rivera memahami ekspektasi tinggi dari Bonek dan Bonita. Bagi pemain berusia 31 tahun asal Meksiko itu, harapan suporter justru menjadi motivasi tambahan.
“Setiap pertandingan bersama Persebaya selalu memiliki ekspektasi yang tinggi. Kami tahu para suporter ingin melihat tim menang dan memberikan penampilan terbaik,” kata Rivera, Sabtu (5/9).
“Karena itu, kami sudah mempersiapkan diri dengan baik. Besok adalah pertandingan pertama di Super League dan kami ingin memberikan 100 persen kemampuan untuk membantu tim mendapatkan hasil yang terbaik,” jelasnya.
Rivera menegaskan hasil pramusim adalah bagian dari proses. Fokus kini sepenuhnya tertuju pada laga perdana melawan Bhayangkara.
“Kami juga tahu bahwa apa yang kami raih sebelumnya sudah menjadi bagian dari perjalanan tim. Sekarang kami harus fokus pada pertandingan yang ada di depan mata. Kami ingin memulai kompetisi dengan baik dan terus bekerja bersama sebagai sebuah tim,” ujarnya.
Di sisi lain, pelatih kepala Bernardo Tavares mengingatkan timnya agar tidak terlena. Menurutnya, laga perdana akan berjalan sulit, terutama karena Bhayangkara telah berubah komposisi dan karakter.
“Saya memperkirakan pertandingan besok akan berjalan sulit. Kami tidak memiliki banyak pertandingan sebagai referensi untuk melihat secara utuh bagaimana Bhayangkara akan bermain dengan karakteristik barunya. Karena itu, kami harus siap menghadapi beberapa kemungkinan di lapangan,” ucap Coach Tavares dalam konferensi pers, Jumat (4/9).
Tavares juga mengingatkan sejarah pertemuan musim lalu. Bhayangkara menjadi lawan yang menyulitkan; dua laga di Super League 2025/26 berakhir imbang di Lampung dan kekalahan 1-2 di GBT.
“Kami juga harus mengingat bahwa musim lalu Bhayangkara berhasil mengalahkan kami 2-1 di GBT. Jadi, kami memiliki alasan untuk menaruh perhatian lebih terhadap pertandingan ini. Sejarah pertemuan dan hasil sebelumnya tidak boleh membuat kami lengah,” kata pelatih berusia 46 tahun itu.
Meski menjuarai Piala Presiden 2026, Tavares menegaskan capaian itu tidak menjamin kemenangan di kompetisi resmi. Ia ingin skuadnya kembali bekerja keras dan fokus pada laga baru.
“Kami juga tidak boleh terlalu melihat apa yang sudah kami lakukan sebelumnya. Hasil bagus di Piala Presiden tentu kami senang, tetapi itu tidak akan membantu kami memenangkan pertandingan besok,” jelasnya.
“Kami harus kembali bekerja keras dan menunjukkan bahwa kami ingin mendapatkan hasil lebih baik daripada lawan. Bagi saya, apa yang sudah terjadi sebelumnya adalah sejarah. Besok adalah pertandingan baru dan kami harus memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Terkait dukungan Bonek dan Bonita, Tavares memahami ekspektasi tinggi tersebut. Namun, ia ingin para pemain tetap tenang dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Yang pasti, ekspektasi terhadap Persebaya selalu tinggi. Kami memahami itu. Kami siap menghadapi tekanan tersebut dan akan berusaha memberikan 100 persen untuk pertandingan besok,” pungkasnya. (ahm)


