METROTODAY, SURABAYA – Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, melaksanakan kegiatan Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di Balai RW 3 Kelurahan Kapas Madya Baru.
Mengangkat tema “Anak Siap, Orang Tua Sigap: Pengasuhan Positif dan Persiapan 1 Tahun Prasekolah Dalam Wajib Belajar 13 Tahun”, kegiatan ini disambut antusiasme tinggi oleh puluhan orang tua yang ingin mendalami pola pengasuhan yang tepat bagi anak-anak mereka.
Dalam penyampaiannya, Bunda Rini hadir sebagai sesama ibu dan mengajak para orang tua untuk terus belajar mengenali serta memahami karakter anak masa kini. Ia menekankan bahwa anak-anak saat ini berpikir lebih kritis, sehingga orang tua perlu cermat merangkai kata-kata dan membangun komunikasi terbuka sejak usia balita.
“Anak sekarang kalau kita ngomong pasti menjawab, dan kita harus punya jawaban yang menurut mereka masuk akal. Untuk bisa menjadi teman yang baik dan tempat bercerita, kita harus bangun komunikasi dari awal, mulai dari balita,” ujar Bunda Rini, Sabtu (5/9).

Ia juga mengingatkan betapa krusialnya menjaga kestabilan emosi saat anak mulai berani berbagi hal-hal pribadi. Menurutnya, reaksi orang tua yang meledak-ledak akan membuat anak merasa terancam dan akhirnya menutup diri.
“Saya tahu dan yakin, ketika saya salah bereaksi terhadap apa yang dia katakan, bisa dipastikan dia tidak akan cerita apa-apa lagi. Lebih bahaya ketika mereka takut cerita sama kita, kita enggak akan tahu dia lagi ada masalah sama siapa,” tambahnya.
Selain membahas pola komunikasi di rumah, Bunda Rini menyoroti pentingnya anak menempuh pendidikan prasekolah minimal satu tahun sebelum masuk Sekolah Dasar (SD). Lingkungan tersebut menjadi tempat anak belajar bersosialisasi, berbagi dengan orang lain, serta melatih kedisiplinan diri.
Menanggapi kondisi di wilayah itu yang masih ditemukan anak usia 5–6 tahun belum bersekolah, Pemerintah Kota Surabaya menyatakan kesiapannya memberikan dukungan berupa beasiswa hingga meninjau kemungkinan pembangunan fasilitas baru jika kapasitas lembaga PAUD setempat dirasa kurang memadai.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mendalam mengenai pembentukan kepercayaan diri atau self-esteem pada anak. Bunda Rini menekankan orang tua harus berani memberikan apresiasi tulus dan menjauhi kebiasaan buruk membandingkan-bandingkan anak dengan orang lain.
Ia juga berpesan agar tidak terjebak dalam ucapan yang bersifat memaksakan semangat secara berlebihan atau meremehkan usaha anak kecil. Dukungan nyata saat merasa lelah lebih berharga daripada pujian yang kosong.
“Hadiah atau apresiasi tidak perlu berupa barang, Bunda. Dengan ciuman, pelukan, kalimat positif, atau memasakkan masakan kesukaan anak, itu sudah menjadi kekuatan yang luar biasa. Anak tidak perlu diajari semuanya tentang hadiah, tetapi rasa dihargai itu yang kita bangun,” pungkasnya. (ahm)


