METROTODAY, SIDOARJO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya segera turun tangan menyelidiki dugaan keracunan pangan yang menimpa ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo.
Para santri dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi, Selasa (1/9) malam, dan ratusan santri yang terdampak kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim BBPOM Surabaya langsung menuju ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan penyediaan makanan program MBG.
Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan bersama sejumlah dinas terkait untuk menggali informasi dan data secara lengkap.
“Saat ini Tim BBPOM Surabaya turun ke SPPG, berkolaborasi dengan dinas terkait untuk menggali informasi lebih lengkap, guna menetapkan penyebab peristiwa keracunan pangan yang terjadi,” kata Yudi, Rabu (2/9).
Proses pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk mengetahui secara pasti penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Petugas akan mengumpulkan berbagai informasi dan melakukan penelusuran menyeluruh terhadap makanan yang dikonsumsi sebelum kejadian.
BBPOM di Surabaya juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber masalah tersebut.
Yudi menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya bertujuan untuk mengetahui siapa atau apa yang menjadi penyebab, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (ahm)


