Indonesia Target 10 Besar Olimpiade 2032, KONI dan Unesa Bangun Ekosistem Olahraga Berbasis Data

METROTODAY, SURABAYA – Kemenangan di kancah olahraga global tak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan penguasaan data dan teknologi canggih.

Menjawab tantangan itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) meluncurkan sekaligus membedah buku berjudul Sports Intelligence Membangun Ekosistem Olahraga Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045 bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kegiatan berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa Kampus II Lidah Wetan, Selasa (7/7).

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menjelaskan buku ini menjadi landasan strategis yang memadukan ilmu keolahragaan tradisional dengan inovasi masa depan seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan data besar (big data).

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman saat peluncuran dan bedah buku berjudul Sports Intelligence di Unesa. (Foto: Istimewa)

Tujuannya agar pembinaan atlet berjalan terukur sejak dini demi meraih target ambisius masuk 10 besar Olimpiade 2032 dan 5 besar dunia pada 2044.

“Transformasi melalui buku ini menjadi pilar penting menyukseskan target prestasi internasional. Sistem intelijen ini akan merekam data medis, profil fisik, teknik atlet, sekaligus menjaga integritas olahraga dari ancaman pengaturan skor dan doping,” ujar Marciano.

“KONI bersama daerah dan induk cabang olahraga akan menjadi tulang punggung operasional penerapannya,” imbuhnya.

Rektor Unesa, Prof. Nurhasan menyambut baik langkah ini dan menyatakan siap menjadikan kampusnya sebagai laboratorium riset utama. Menurutnya, era pembinaan yang mengandalkan intuisi semata harus ditinggalkan jika ingin bersaing di tingkat dunia.

“Unesa berkomitmen penuh mendukung KONI Pusat melahirkan ekosistem olahraga modern berbasis data ilmiah. Sports Intelligence adalah jawaban atas tantangan masa depan,” tegas Prof. Nurhasan.

Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dwi Cahyo Kartiko menambahkan cetak biru dalam buku ini selaras visi kampus dan diharapkan menjadi acuan bagi pengambil kebijakan, pelatih, hingga mahasiswa.

METROTODAY, SURABAYA – Kemenangan di kancah olahraga global tak lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan penguasaan data dan teknologi canggih.

Menjawab tantangan itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) meluncurkan sekaligus membedah buku berjudul Sports Intelligence Membangun Ekosistem Olahraga Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045 bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kegiatan berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa Kampus II Lidah Wetan, Selasa (7/7).

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menjelaskan buku ini menjadi landasan strategis yang memadukan ilmu keolahragaan tradisional dengan inovasi masa depan seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan data besar (big data).

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman saat peluncuran dan bedah buku berjudul Sports Intelligence di Unesa. (Foto: Istimewa)

Tujuannya agar pembinaan atlet berjalan terukur sejak dini demi meraih target ambisius masuk 10 besar Olimpiade 2032 dan 5 besar dunia pada 2044.

“Transformasi melalui buku ini menjadi pilar penting menyukseskan target prestasi internasional. Sistem intelijen ini akan merekam data medis, profil fisik, teknik atlet, sekaligus menjaga integritas olahraga dari ancaman pengaturan skor dan doping,” ujar Marciano.

“KONI bersama daerah dan induk cabang olahraga akan menjadi tulang punggung operasional penerapannya,” imbuhnya.

Rektor Unesa, Prof. Nurhasan menyambut baik langkah ini dan menyatakan siap menjadikan kampusnya sebagai laboratorium riset utama. Menurutnya, era pembinaan yang mengandalkan intuisi semata harus ditinggalkan jika ingin bersaing di tingkat dunia.

“Unesa berkomitmen penuh mendukung KONI Pusat melahirkan ekosistem olahraga modern berbasis data ilmiah. Sports Intelligence adalah jawaban atas tantangan masa depan,” tegas Prof. Nurhasan.

Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dwi Cahyo Kartiko menambahkan cetak biru dalam buku ini selaras visi kampus dan diharapkan menjadi acuan bagi pengambil kebijakan, pelatih, hingga mahasiswa.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait