METROTODAY, SURABAYA – Sebuah video yang memperlihatkan armada Suroboyo Bus mengeluarkan asap tebal sempat menyebar luas di media sosial Sabtu (20/6) sore. Peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Darmo itu membuat sejumlah penumpang panik dan segera turun dari kendaraan untuk menyelamatkan diri.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah kebakaran seperti yang beredar di publik. Menurutnya, kepulan asap muncul akibat oli yang merembes dan masuk ke dalam saluran pembuangan atau knalpot kendaraan.
“Karena kondisi knalpot yang panas saat beroperasi, oli tersebut menguap dan menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat seperti kebakaran,” kata Trio, Minggu (21/6).
Ia menambahkan, kru bus langsung bertindak sesuai standar operasional prosedur keselamatan begitu mendeteksi adanya gangguan. Armada segera ditepikan ke sisi jalan dan seluruh penumpang diturunkan dengan aman tanpa menimbulkan korban.
“Kru bus langsung menjalankan SOP keselamatan sehingga menepikan armada dan menurunkan seluruh penumpang. Tidak ada korban maupun kerugian material besar akibat insiden ini, kondisi penumpang dan kru aman,” sebutnya.
Setelah kejadian, pihak Dishub segera melakukan penanganan di lokasi. Armada yang mengalami gangguan langsung ditarik ke tempat penyimpanan kendaraan untuk diperiksa lebih lanjut.
“Armada segera ditarik ke pool untuk dilakukan perbaikan dan pembersihan pada sistem pembuangan agar bisa beroperasi kembali dengan normal,” terangnya.
Trio kembali menegaskan agar masyarakat tidak salah mengartikan peristiwa tersebut. Ia menekankan bahwa tidak ada kobaran api yang membakar bagian kendaraan sama sekali.
“Narasi Suroboyo Bus terbakar adalah salah paham, karena yang sebenarnya adalah gangguan teknis akibat oli masuk knalpot, tanpa ada kobaran api yang membakar bodi bus,” pungkasnya. (ahm)

