Kebakaran Rumah di Petemon Surabaya: Balita MD, Kakaknya Selamat setelah Lompat dari Jendela

METROTODAY, SURABAYA – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Jalan Petemon Timur Nomor 50, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Senin (22/6).

Kebakaran yang melanda rumah berlantai dua tersebut merenggut nyawa seorang balita, sementara kakaknya berhasil menyelamatkan diri dengan cara nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar.

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan, laporan pertama diterima melalui Pusat Komando 112 pada pukul 14.17 WIB, dan petugas segera berangkat satu menit kemudian.

“Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.22 WIB dan saat itu api sudah berkobar cukup besar. Kebakaran hanya terjadi di bagian lantai dua rumah,” ujar Rokhim.

Kedua anak yang terjebak di dalam rumah adalah kakak beradik yakni Aldery Ahmad Susetyo, 11, dan adiknya, Kyaranissa Kamila Susetyo, 4. Lebih lanjut Rokhim menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi, keduanya berada dalam pengasuhan ayah dan neneknya.

Ketika asap dan api sudah memenuhi ruangan, Aldery berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca jendela lalu melompat keluar.

“Ia menderita luka lecet di sekujur tubuh dan mengalami syok, namun masih sadar dan langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Puskesmas di lokasi. Sementara itu, adiknya, Kyaranissa, ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” jelasnya.

Rokhim mengungkapkan proses pemadaman tidak berjalan mudah karena adanya kendala akses. Jalan masuk menuju lokasi berupa gang sempit selebar sekitar 1,5 meter, sehingga mobil pemadam tidak dapat mendekat dan harus diparkir sekitar 50 meter dari titik kebakaran. Selang dan peralatan kemudian dibawa secara manual oleh petugas.

“Kendalanya ada di akses jalan yang sempit sehingga kami harus membawa peralatan secara manual untuk memadamkan api,” ungkap Rokhim.

METROTODAY, SURABAYA – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Jalan Petemon Timur Nomor 50, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Senin (22/6).

Kebakaran yang melanda rumah berlantai dua tersebut merenggut nyawa seorang balita, sementara kakaknya berhasil menyelamatkan diri dengan cara nekat memecahkan kaca jendela dan melompat keluar.

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan, laporan pertama diterima melalui Pusat Komando 112 pada pukul 14.17 WIB, dan petugas segera berangkat satu menit kemudian.

“Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.22 WIB dan saat itu api sudah berkobar cukup besar. Kebakaran hanya terjadi di bagian lantai dua rumah,” ujar Rokhim.

Kedua anak yang terjebak di dalam rumah adalah kakak beradik yakni Aldery Ahmad Susetyo, 11, dan adiknya, Kyaranissa Kamila Susetyo, 4. Lebih lanjut Rokhim menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi, keduanya berada dalam pengasuhan ayah dan neneknya.

Ketika asap dan api sudah memenuhi ruangan, Aldery berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca jendela lalu melompat keluar.

“Ia menderita luka lecet di sekujur tubuh dan mengalami syok, namun masih sadar dan langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Puskesmas di lokasi. Sementara itu, adiknya, Kyaranissa, ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” jelasnya.

Rokhim mengungkapkan proses pemadaman tidak berjalan mudah karena adanya kendala akses. Jalan masuk menuju lokasi berupa gang sempit selebar sekitar 1,5 meter, sehingga mobil pemadam tidak dapat mendekat dan harus diparkir sekitar 50 meter dari titik kebakaran. Selang dan peralatan kemudian dibawa secara manual oleh petugas.

“Kendalanya ada di akses jalan yang sempit sehingga kami harus membawa peralatan secara manual untuk memadamkan api,” ungkap Rokhim.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait