Sulit Cari Jalan Alternatif, Warga Surabaya Nekat Terabas Banjir demi Beraktivitas

METROTODAY, SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari hingga pagi selama dua hari terakhir menyebabkan air masih merendam di beberapa kawasan, antara lain Medokan Semampir, Semampir Tengah, Nginden hingga Jalan Raya Rungkut. Di kawasan Medokan Semampir, ketinggian air bahkan mencapai selutut orang dewasa.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (DPKP) terus bersiaga dan melakukan penyedotan air di sungai besar yang berada di sisi kawasan tersebut. Di sisi lain, genangan ini dimanfaatkan oleh sejumlah anak-anak yang sedang libur sekolah bermain air dan berenang.

Bagi anak-anak hal ini menjadi momen yang menyenangkan, bagi pengendara dan pekerja yang melintas justru menjadi tantangan tersendiri. Banyak yang kesulitan mencari jalan alternatif dan akhirnya harus menerjang banjir.

Akibatnya, tak sedikit kendaraan roda dua mogok di tengah jalan. Salah satu pengendara yang mengalaminya adalah Tabita. Ia terpaksa melintasi jalan yang tergenang karena tidak menemukan rute lain yang lebih aman.

“Susah cari jalan, di mana-mana juga banjir. Akhirnya nekat menerabas saja, tapi kendaraan malah mogok,” ujar Tabita, Selasa (23/6).

Ia kemudian dibantu oleh warga sekitar untuk memperbaiki kendaraannya. Menurutnya akses jalan di kawasan Semampir dan Medokan terputus sejak dua hari terakhir. Perjalanan yang semula direncanakannya menuju Taman di Sidoarjo pun terganggu dan tidak dapat dilanjutkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kendaraan terpaksa berhenti atau memutar arah demi menghindari genangan yang masih cukup dalam.

WhatsApp Image 2026-06-23 at 16.48.33
Petugas DPKP Kota Surabaya saat melakukan pembuangan air banjir ke kawasan sungai besar di Medokan Semampir. (FOTO: Ahmad/METROTODAY)

WhatsApp Image 2026-06-23 at 16.48.33 (1)

Hingga Selasa sore, proses penyedotan air masih terus berlangsung, meskipun di beberapa titik masih belum dapat dilakukan secara maksimal. Untuk mempercepat surutnya air, Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 10 kendaraan pendukung dari Dinas Lingkungan Hidup serta perangkat daerah terkait. Seluruh armada tersebut telah dikerahkan sejak Selasa dini hari pukul 02.30 WIB untuk bekerja di titik-titik rawan banjir.

Selain curah hujan yang cukup tinggi, kondisi pasang air laut juga turut memperberat prosesnya. Tingginya muka air laut membuat aliran sungai menuju laut terhambat; bahkan dalam beberapa kasus, air yang sudah dipompa justru terdorong kembali ke daratan. Akibatnya, sistem pembuangan air tidak dapat bekerja secara maksimal. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari hingga pagi selama dua hari terakhir menyebabkan air masih merendam di beberapa kawasan, antara lain Medokan Semampir, Semampir Tengah, Nginden hingga Jalan Raya Rungkut. Di kawasan Medokan Semampir, ketinggian air bahkan mencapai selutut orang dewasa.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (DPKP) terus bersiaga dan melakukan penyedotan air di sungai besar yang berada di sisi kawasan tersebut. Di sisi lain, genangan ini dimanfaatkan oleh sejumlah anak-anak yang sedang libur sekolah bermain air dan berenang.

Bagi anak-anak hal ini menjadi momen yang menyenangkan, bagi pengendara dan pekerja yang melintas justru menjadi tantangan tersendiri. Banyak yang kesulitan mencari jalan alternatif dan akhirnya harus menerjang banjir.

Akibatnya, tak sedikit kendaraan roda dua mogok di tengah jalan. Salah satu pengendara yang mengalaminya adalah Tabita. Ia terpaksa melintasi jalan yang tergenang karena tidak menemukan rute lain yang lebih aman.

“Susah cari jalan, di mana-mana juga banjir. Akhirnya nekat menerabas saja, tapi kendaraan malah mogok,” ujar Tabita, Selasa (23/6).

Ia kemudian dibantu oleh warga sekitar untuk memperbaiki kendaraannya. Menurutnya akses jalan di kawasan Semampir dan Medokan terputus sejak dua hari terakhir. Perjalanan yang semula direncanakannya menuju Taman di Sidoarjo pun terganggu dan tidak dapat dilanjutkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kendaraan terpaksa berhenti atau memutar arah demi menghindari genangan yang masih cukup dalam.

WhatsApp Image 2026-06-23 at 16.48.33
Petugas DPKP Kota Surabaya saat melakukan pembuangan air banjir ke kawasan sungai besar di Medokan Semampir. (FOTO: Ahmad/METROTODAY)

WhatsApp Image 2026-06-23 at 16.48.33 (1)

Hingga Selasa sore, proses penyedotan air masih terus berlangsung, meskipun di beberapa titik masih belum dapat dilakukan secara maksimal. Untuk mempercepat surutnya air, Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 10 kendaraan pendukung dari Dinas Lingkungan Hidup serta perangkat daerah terkait. Seluruh armada tersebut telah dikerahkan sejak Selasa dini hari pukul 02.30 WIB untuk bekerja di titik-titik rawan banjir.

Selain curah hujan yang cukup tinggi, kondisi pasang air laut juga turut memperberat prosesnya. Tingginya muka air laut membuat aliran sungai menuju laut terhambat; bahkan dalam beberapa kasus, air yang sudah dipompa justru terdorong kembali ke daratan. Akibatnya, sistem pembuangan air tidak dapat bekerja secara maksimal. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait