Deniz Undav Bak Turun dari Langit! Jerman Nyaris Tersesat, Pantai Gading Kena Plot Twist Menit 94

METROTODAY, TORONTO – Timnas Jerman memastikan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026 dengan cara yang jauh dari kata mudah. Die Mannschaft harus berjuang hingga detik-detik terakhir sebelum membalikkan keadaan atas Pantai Gading 2-1 dalam laga Grup E yang berlangsung di Toronto Stadium, Sabtu (20/6) atau Minggu WIB.

Kemenangan ini membawa pasukan Julian Nagelsmann mengoleksi enam poin dari dua pertandingan sekaligus mengakhiri penantian mereka untuk kembali lolos ke fase gugur Piala Dunia sejak 2014.

Sejak peluit awal berbunyi, Jerman sebenarnya tampil menguasai jalannya pertandingan. Mereka tampil seolah berkali-kali mencabik lini pertahanan Pantai Gading dan bahkan sempat mencetak dua gol pada babak pertama. Namun dewi fortuna tampaknya belum berpihak karena kedua gol tersebut dianulir.

Ketika Jerman keasyikan menyerang, Pantai Gading justru menghukum melalui Franck Kessie yang merobek jala Manuel Neuer, memanfaatkan bola muntah hasil sebuah serangan cepat. Keunggulan wakil Afrika itu bertahan hingga turun minum dan membuat ribuan pendukung Jerman mulai cemas.

Momentum pertandingan berubah total setelah Juna (sapaan Nagelsmann) memasukkan Deniz Undav dari bangku cadangan. Penyerang VfB Stuttgart itu praktis menghadirkan bencana bagi lawan yang sebelumnya tidak dimiliki lini depan Jerman.

Pada menit ke-68, Undav menyamakan kedudukan lewat penyelesaian tajam yang menghidupan kembali harapan timnya.

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Undav kembali muncul pada menit ke-94 untuk mencetak gol kemenangan yang membuat seisi stadion bersorak.

Sky Sports menyebut, Undav berubah dari pemain pelapis menjadi sosok pahlawan nasional dalam kurun waktu 30 menit.

Penampilan Undav segera menjadi bahan perbincangan di media lokal Jerman maupun internasional. Reuters mencatat bahwa striker berusia 29 tahun itu kini telah mengoleksi sembilan gol dalam delapan penampilan terakhir bersama Der Panzer (julukan Jerman).

Bahkan, ia menjadi pemain Jerman yang mampu mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya, sejak terakhir dilakukan Miroslav Klose pada 2002. Catatan tersebut memperkuat anggapan bahwa Undav sedang menikmati periode terbaik dalam karier internasionalnya.

Media Jernan dan sejumlah pengamat juga mulai mendesak Nagelsmann untuk memberikan tempat inti kepada sang penyerang dan memarkir Kai Havertz yang selama ini mengisi posisi penyerang sentral Jerman.

Analisis Bavarian Football Works menyebut Undav memiliki kemampuan membaca ruang dan naluri mencetak gol yang sangat efektif, sesuatu yang tidak sepenuhnya ketika Jerman mengandalkan Kai Havertz sebagai penyerang tengah.

Dalam pertandingan melawan Pantai Gading semalam, setiap sentuhan Undav seolah memberikan harapan dampak langsung terhadap hasil akhir laga.

Jika Undav menjadi algojo yang menuntaskan pekerjaan, maka nama Felix Nmecha layak disebut jangkar kebangkitkan Die Mannschaft.

METROTODAY, TORONTO – Timnas Jerman memastikan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026 dengan cara yang jauh dari kata mudah. Die Mannschaft harus berjuang hingga detik-detik terakhir sebelum membalikkan keadaan atas Pantai Gading 2-1 dalam laga Grup E yang berlangsung di Toronto Stadium, Sabtu (20/6) atau Minggu WIB.

Kemenangan ini membawa pasukan Julian Nagelsmann mengoleksi enam poin dari dua pertandingan sekaligus mengakhiri penantian mereka untuk kembali lolos ke fase gugur Piala Dunia sejak 2014.

Sejak peluit awal berbunyi, Jerman sebenarnya tampil menguasai jalannya pertandingan. Mereka tampil seolah berkali-kali mencabik lini pertahanan Pantai Gading dan bahkan sempat mencetak dua gol pada babak pertama. Namun dewi fortuna tampaknya belum berpihak karena kedua gol tersebut dianulir.

Ketika Jerman keasyikan menyerang, Pantai Gading justru menghukum melalui Franck Kessie yang merobek jala Manuel Neuer, memanfaatkan bola muntah hasil sebuah serangan cepat. Keunggulan wakil Afrika itu bertahan hingga turun minum dan membuat ribuan pendukung Jerman mulai cemas.

Momentum pertandingan berubah total setelah Juna (sapaan Nagelsmann) memasukkan Deniz Undav dari bangku cadangan. Penyerang VfB Stuttgart itu praktis menghadirkan bencana bagi lawan yang sebelumnya tidak dimiliki lini depan Jerman.

Pada menit ke-68, Undav menyamakan kedudukan lewat penyelesaian tajam yang menghidupan kembali harapan timnya.

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Undav kembali muncul pada menit ke-94 untuk mencetak gol kemenangan yang membuat seisi stadion bersorak.

Sky Sports menyebut, Undav berubah dari pemain pelapis menjadi sosok pahlawan nasional dalam kurun waktu 30 menit.

Penampilan Undav segera menjadi bahan perbincangan di media lokal Jerman maupun internasional. Reuters mencatat bahwa striker berusia 29 tahun itu kini telah mengoleksi sembilan gol dalam delapan penampilan terakhir bersama Der Panzer (julukan Jerman).

Bahkan, ia menjadi pemain Jerman yang mampu mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya, sejak terakhir dilakukan Miroslav Klose pada 2002. Catatan tersebut memperkuat anggapan bahwa Undav sedang menikmati periode terbaik dalam karier internasionalnya.

Media Jernan dan sejumlah pengamat juga mulai mendesak Nagelsmann untuk memberikan tempat inti kepada sang penyerang dan memarkir Kai Havertz yang selama ini mengisi posisi penyerang sentral Jerman.

Analisis Bavarian Football Works menyebut Undav memiliki kemampuan membaca ruang dan naluri mencetak gol yang sangat efektif, sesuatu yang tidak sepenuhnya ketika Jerman mengandalkan Kai Havertz sebagai penyerang tengah.

Dalam pertandingan melawan Pantai Gading semalam, setiap sentuhan Undav seolah memberikan harapan dampak langsung terhadap hasil akhir laga.

Jika Undav menjadi algojo yang menuntaskan pekerjaan, maka nama Felix Nmecha layak disebut jangkar kebangkitkan Die Mannschaft.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait