Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Sidoarjo Gelorakan Gerakan ASRI lewat Penanaman Ribuan Pohon

METROTODAY, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Gerakan Sidoarjo ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), ribuan pohon ditanam secara serentak di berbagai wilayah pada Jumat (12/6/2026).

Gerakan tersebut melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, kecamatan, desa, sekolah, hingga berbagai pemangku kepentingan lingkungan di Kota Delta.

Puncak kegiatan dipusatkan di Taman Flyover Djuanda Aloha. Titik tersebut dipilih karena menjadi salah satu wajah Sidoarjo. Apalagi, area tersebut jadi salah satu pintu masuk Sidoarjo. Baik yang dari Surabaya maupun mereka yang menggunakan pesawat di Bandara Juanda.

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.45.13 (1)
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana ikut menanam pohon di Taman Flyover Djuanda Aloha. (Dinas Kominfo Sidoarjo)

Bupati Sidoarjo Subandi bersama Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana memimpin langsung aksi penghijauan dengan menanam pohon pucuk merah. Keduanya tampak kompak turun ke lapangan bersama ratusan ASN yang turut ambil bagian dalam gerakan tersebut.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Serentak Indonesia ASRI yang dilaksanakan di berbagai daerah. Di Kabupaten Sidoarjo, gerakan tersebut diwujudkan melalui kebijakan “Satu ASN Satu Pohon” yang mewajibkan setiap ASN menanam satu pohon sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap peningkatan ruang terbuka hijau dan kualitas lingkungan.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan. Melainkan langkah konkret membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

”Kegiatan ini untuk mendukung program Indonesia ASRI yang dicanangkan pemerintah pusat. Hari ini kita menanam pohon pucuk merah, satu ASN satu pohon. Harapannya lingkungan Sidoarjo menjadi lebih hijau, bersih dan berkelanjutan,” ujar Bupati Subandi usai kegiatan penanaman pohon di kawasan Flyover Djuanda Aloha.

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.45.14
Gerakan Sidoarjo ASRI melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, kecamatan, desa, sekolah, hingga berbagai pemangku kepentingan lingkungan. (Dinas Kominfo Sidoarjo)

Menurut bupati, tantangan lingkungan yang dihadapi daerah perkotaan dan kawasan industri seperti Sidoarjo semakin kompleks. Mulai dari pencemaran udara, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga ancaman perubahan iklim membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, gerakan penghijauan akan terus diperluas. Tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga sekolah, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, hingga pemerintah desa.

”Nanti tidak hanya ASN saja. Kami ingin sekolah-sekolah juga mengikuti gerakan Sidoarjo ASRI ini. Kalau seluruh elemen bergerak bersama, maka Sidoarjo yang aman, sehat, resik dan indah bisa benar-benar terwujud,” tegas bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menilai pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurut dia, penghijauan harus menjadi gerakan bersama yang terus diwariskan kepada generasi muda.

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.45.13
Bupati Sidoarjo Subandi bersama Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana tampil kompak dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Dinas Kominfo Sidoarjo)

Melalui keterlibatan sekolah dan masyarakat, kesadaran lingkungan diharapkan tumbuh sejak dini. Langkah tersebut penting untuk memastikan pembangunan yang dilakukan saat ini tetap memperhatikan keseimbangan ekologi di masa depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo Arif Mulyono menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tidak hanya berupa penanaman pohon. Sejak awal Juni, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai kampanye lingkungan hidup, kerja bakti massal, aksi bersih sungai, hingga edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. ”Kita ingin agar kesadaran semua pihak untuk peduli lingkungan terus meningkat,” kata Arif.

Berdasarkan Surat Bupati Sidoarjo Nomor 600.4/6728/438.5.11/2026, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa dan kelurahan, BUMD, instansi vertikal serta berbagai pemangku kepentingan diajak berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kampanye lingkungan dilaksanakan sepanjang 5 hingga 30 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap isu perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Selain penanaman pohon tahap pertama pada 12 Juni, kegiatan penghijauan dilanjutkan pada 13 Juni dengan melibatkan satuan pendidikan dan tenaga kesehatan. Sedangkan pada 14 Juni digelar kerja bakti lingkungan secara serentak di tingkat RT yang dikoordinasikan pemerintah desa dan kelurahan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo juga turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan bersih sungai dan penanaman pohon di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Krembung. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan sungai dan ruang publik.

Pemilihan tanaman pucuk merah dalam program penghijauan juga memiliki alasan tersendiri. Selain mudah tumbuh dan memiliki nilai estetika tinggi, tanaman tersebut dinilai efektif membantu menyerap polutan udara yang banyak dihasilkan kendaraan bermotor. Keberadaannya juga mampu mempercantik kawasan perkotaan dan menambah tutupan hijau di sepanjang jalan protokol.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sendiri merupakan agenda global yang diperingati setiap 5 Juni sejak ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1972. Momentum tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap berbagai persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, pencemaran, kerusakan ekosistem, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Bagi Kabupaten Sidoarjo, peringatan tahun ini menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Pemkab berharap gerakan penghijauan yang dimulai dari ASN dapat berkembang menjadi budaya kolektif yang berkelanjutan. Tidak hanya saat peringatan hari lingkungan hidup sedunia saja.

Dengan ribuan pohon yang ditanam serta berbagai aksi kebersihan lingkungan yang digelar sepanjang Juni, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimistis target mewujudkan daerah yang lebih hijau, bersih, sehat, dan nyaman dapat tercapai. Semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi gerakan nyata yang terus hidup dalam keseharian masyarakat Sidoarjo.

Sebelumnya, program lingkungan tiap hari Jumat di Sidoarjo sudah jadi rutinitas. Salah satunya lewat program jihad rawat sungai. Selain kebersihan di area permukiman, fasilitas umum, dan jalan, kebersihan sungai juga jadi salah satu prioritas Pemkab Sidoarjo. (adv)

METROTODAY, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Melalui Gerakan Sidoarjo ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), ribuan pohon ditanam secara serentak di berbagai wilayah pada Jumat (12/6/2026).

Gerakan tersebut melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, kecamatan, desa, sekolah, hingga berbagai pemangku kepentingan lingkungan di Kota Delta.

Puncak kegiatan dipusatkan di Taman Flyover Djuanda Aloha. Titik tersebut dipilih karena menjadi salah satu wajah Sidoarjo. Apalagi, area tersebut jadi salah satu pintu masuk Sidoarjo. Baik yang dari Surabaya maupun mereka yang menggunakan pesawat di Bandara Juanda.

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.45.13 (1)
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana ikut menanam pohon di Taman Flyover Djuanda Aloha. (Dinas Kominfo Sidoarjo)

Bupati Sidoarjo Subandi bersama Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana memimpin langsung aksi penghijauan dengan menanam pohon pucuk merah. Keduanya tampak kompak turun ke lapangan bersama ratusan ASN yang turut ambil bagian dalam gerakan tersebut.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Serentak Indonesia ASRI yang dilaksanakan di berbagai daerah. Di Kabupaten Sidoarjo, gerakan tersebut diwujudkan melalui kebijakan “Satu ASN Satu Pohon” yang mewajibkan setiap ASN menanam satu pohon sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap peningkatan ruang terbuka hijau dan kualitas lingkungan.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan. Melainkan langkah konkret membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

”Kegiatan ini untuk mendukung program Indonesia ASRI yang dicanangkan pemerintah pusat. Hari ini kita menanam pohon pucuk merah, satu ASN satu pohon. Harapannya lingkungan Sidoarjo menjadi lebih hijau, bersih dan berkelanjutan,” ujar Bupati Subandi usai kegiatan penanaman pohon di kawasan Flyover Djuanda Aloha.

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.45.14
Gerakan Sidoarjo ASRI melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, kecamatan, desa, sekolah, hingga berbagai pemangku kepentingan lingkungan. (Dinas Kominfo Sidoarjo)

Menurut bupati, tantangan lingkungan yang dihadapi daerah perkotaan dan kawasan industri seperti Sidoarjo semakin kompleks. Mulai dari pencemaran udara, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga ancaman perubahan iklim membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, gerakan penghijauan akan terus diperluas. Tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga sekolah, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, hingga pemerintah desa.

”Nanti tidak hanya ASN saja. Kami ingin sekolah-sekolah juga mengikuti gerakan Sidoarjo ASRI ini. Kalau seluruh elemen bergerak bersama, maka Sidoarjo yang aman, sehat, resik dan indah bisa benar-benar terwujud,” tegas bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menilai pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurut dia, penghijauan harus menjadi gerakan bersama yang terus diwariskan kepada generasi muda.

WhatsApp Image 2026-06-12 at 16.45.13
Bupati Sidoarjo Subandi bersama Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana tampil kompak dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Dinas Kominfo Sidoarjo)

Melalui keterlibatan sekolah dan masyarakat, kesadaran lingkungan diharapkan tumbuh sejak dini. Langkah tersebut penting untuk memastikan pembangunan yang dilakukan saat ini tetap memperhatikan keseimbangan ekologi di masa depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo Arif Mulyono menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tidak hanya berupa penanaman pohon. Sejak awal Juni, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai kampanye lingkungan hidup, kerja bakti massal, aksi bersih sungai, hingga edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. ”Kita ingin agar kesadaran semua pihak untuk peduli lingkungan terus meningkat,” kata Arif.

Berdasarkan Surat Bupati Sidoarjo Nomor 600.4/6728/438.5.11/2026, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa dan kelurahan, BUMD, instansi vertikal serta berbagai pemangku kepentingan diajak berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kampanye lingkungan dilaksanakan sepanjang 5 hingga 30 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap isu perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Selain penanaman pohon tahap pertama pada 12 Juni, kegiatan penghijauan dilanjutkan pada 13 Juni dengan melibatkan satuan pendidikan dan tenaga kesehatan. Sedangkan pada 14 Juni digelar kerja bakti lingkungan secara serentak di tingkat RT yang dikoordinasikan pemerintah desa dan kelurahan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo juga turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan bersih sungai dan penanaman pohon di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Krembung. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan sungai dan ruang publik.

Pemilihan tanaman pucuk merah dalam program penghijauan juga memiliki alasan tersendiri. Selain mudah tumbuh dan memiliki nilai estetika tinggi, tanaman tersebut dinilai efektif membantu menyerap polutan udara yang banyak dihasilkan kendaraan bermotor. Keberadaannya juga mampu mempercantik kawasan perkotaan dan menambah tutupan hijau di sepanjang jalan protokol.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sendiri merupakan agenda global yang diperingati setiap 5 Juni sejak ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1972. Momentum tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap berbagai persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, pencemaran, kerusakan ekosistem, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Bagi Kabupaten Sidoarjo, peringatan tahun ini menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Pemkab berharap gerakan penghijauan yang dimulai dari ASN dapat berkembang menjadi budaya kolektif yang berkelanjutan. Tidak hanya saat peringatan hari lingkungan hidup sedunia saja.

Dengan ribuan pohon yang ditanam serta berbagai aksi kebersihan lingkungan yang digelar sepanjang Juni, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimistis target mewujudkan daerah yang lebih hijau, bersih, sehat, dan nyaman dapat tercapai. Semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi gerakan nyata yang terus hidup dalam keseharian masyarakat Sidoarjo.

Sebelumnya, program lingkungan tiap hari Jumat di Sidoarjo sudah jadi rutinitas. Salah satunya lewat program jihad rawat sungai. Selain kebersihan di area permukiman, fasilitas umum, dan jalan, kebersihan sungai juga jadi salah satu prioritas Pemkab Sidoarjo. (adv)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait