METROTODAY, SURABAYA – Jasad pria berinisial JA ditemukan bersimbah darah di gang sempit Jalan Pragoto II, Kelurahan Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4) pagi. Korban meninggal dunia dengan luka tusuk di dada dan sabetan di kepala, diduga akibat pembantaian yang berlangsung pada dini hari.
Berdasarkan keterangan warga, jenazah ditemukan dalam kondisi sudah membujur kaku dan tertutup sarung sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasi kejadian berada di lingkungan padat penduduk, tidak jauh dari kawasan Rusun Sombo.
“Kami tahunya jam 7 itu sudah ditutupi sarung, baru petugas datang. Kemungkinan kejadiannya sejak pagi, mungkin sebelum jam 6,” ungkap Armada, warga setempat.
Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa. Warga pun membersihkan bercak darah yang mengering di lantai paving blok menggunakan pasir, usai petugas kepolisian selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Simokerto, Kompol Muhammad Rofik, membenarkan peristiwa naas tersebut. Menurut keterangan keluarga dan adik korban, pelaku ternyata masih memiliki hubungan kerabat atau keluarga dengan korban.
Insiden diduga bermula dari kericuhan di kawasan Rusun Sombo, lalu korban dikejar hingga berakhir nyawa di Jalan Pragoto II.
“Informasinya tersangka sempat istirahat dan tidur di rumah saudaranya sebelum kejadian. Jadi memang ada hubungan keluarga di antara mereka,” ujar Rofik.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kuat motif pembunuhan ini bermula dari masalah hati atau persoalan asmara. Korban diduga dikhianati dalam hubungan cintanya, sehingga memicu emosi pelaku.
“Kabar yang kami dapat memang karena asmara. Namun untuk kepastiannya, kami masih mendalami dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.
Secara medis, korban memiliki dua luka krusial, yakni tusukan benda tajam di dada dan luka sabetan di bagian kepala. Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Rofik menambahkan, dugaan sementara menyebutkan jumlah pelaku lebih dari dua orang. Seluruh personel opsnal Polsek Simokerto saat ini sedang dikerahkan untuk memburu para pelaku yang masih dalam pelarian.
“Untuk memastikan jam kejadian yang diperkirakan antara pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, kita sedang periksa rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi,” pungkasnya. (ahm)

