METROTODAY, SURABAYA – Calon jamaah haji (CJH) yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya akan mendapatkan layanan konsumsi sebanyak tiga kali selama perjalanan udara, yakni dua kali hidangan utama dan satu kali camilan.
Sebagai penyedia layanan makanan, Aerofood Aerowisata Catering Services (ACS) telah melakukan persiapan matang, termasuk uji kelayakan atau meal test yang telah dicoba langsung oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memastikan sajian yang disajikan aman, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan serta selera jemaah.
Chef Executive Aerofood ACS, Kristianto Wibowo, menjelaskan bahwa dalam setiap perjalanan, pihaknya menyajikan tiga kali layanan makanan. Untuk hidangan utama, disediakan dua pilihan variasi, sedangkan untuk layanan ketiga berupa camilan yang dilengkapi minuman.
“Untuk makanan jamaah haji di pesawat kita ada tiga kali service. Satu kali service untuk meals itu ada dua pilihan. Yang pertama adalah ikan dengan daging, kedua adalah ayam dengan ikan dan ketiga adalah snack sama jus sari kacang hijau. Rata-rata untuk meals kita beratnya itu total sekitar 470 gram dengan kalori rata-rata 400 kalori. Jadi sangat sudah terjaga sekali untuk jemaah haji sampai nyampai di Madinah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh hidangan yang disajikan merupakan masakan khas Nusantara, dengan pertimbangan utama pada faktor kesehatan dan kebiasaan makan jemaah.

Sebagai langkah antisipasi, makanan yang disajikan tidak menggunakan bumbu yang terlalu kuat, terutama menghindari rasa pedas dan tekstur cabai yang sering kali tidak disukai dan berisiko mengganggu pencernaan.
“Masakan yang disajikan Nusantara karena jemaah haji biasanya kan yang pertama itu yang perlu diwaspadai jemaah haji tidak mau makanan yang pedas, bahkan tekstur-tekstur cabai itu juga nggak mau. Mungkin terkait dengan kesehatan. Itu sih,” jelasnya.
Adapun variasi menu yang disajikan antara lain ikan bumbu rujak dengan pilihan pendamping daging semur, serta ayam kare dengan pilihan pendamping ikan pesmol.
Sementara untuk camilan, disajikan banana muffin dan cheese bun. Kristianto menyebutkan bahwa terdapat perubahan menu dibandingkan tahun sebelumnya, di mana sebelumnya ada menu ayam semur, kini diganti dengan daging semur dan ayam bumbu rujak.
“Menunya tadi yang dipilih yang pertama adalah ikan bumbu rujak dengan pilihan daging semur. Terus yang kedua ada ayam kare dengan choice-nya pesmol ikan. Dengan snack-nya banana muffin dan cheese bun. Kalau untuk yang ini baru ini, yang untuk pilihannya ini baru. Kalau yang tahun kemarin itu ayam semur, sekarang sudah berganti ke beef semur sama ayam bumbu rujak,” terangnya.
Dalam sehari, pihaknya melayani maksimal lima kali keberangkatan pesawat, dengan jumlah penumpang sekitar 380 orang per penerbangan.
Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, proses pengolahan makanan dilakukan dua hari sebelum keberangkatan dengan mengikuti standar operasional prosedur yang ketat.
“Kalau dimasak kita H-2. Kita H-2 dimasak. Yang pertama adalah kita ada di CCP (Critical Control Point), kita sesuaikan dengan SOP kita, standar batas kritis pun kita sesuaikan, sampai packaging itu kita sesuaikan tidak boleh lebih dari 45 menit dengan batas kritis suhu itu di bawah 10 derajat. Setelah itu kita lakukan pembekuan di situ. Dilakukan pembekuan, baru nanti di pesawat ada reheating,” paparnya.
Mengenai ketersediaan menu khusus bagi jamaah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penderita diabetes atau jamaah lanjut usia, Kristianto menyatakan bahwa secara umum menu yang disajikan sudah disesuaikan untuk semua kalangan.
Namun sebagai alternatif, pihaknya juga menyediakan menu bubur yang dapat dipilih bagi jemaah yang membutuhkan makanan dengan tekstur yang lebih lunak atau yang tidak dapat mengonsumsi hidangan utama yang disajikan.
“Biasanya kita ada service. Kita sediakan bubur. Kemungkinan nanti ada jemaah-jemaah yang berhalangan makan makanan yang meal yang kita sediakan biasanya pilihannya bubur di situ. Nanti lansia itu bisa makan makanan yang sesuai apa nggak. Kalau nggak sesuai kita ada pilihannya nanti ada bubur,” pungkasnya. (ahm)

