METROTODAY, JAKARTA – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) melakukan perombakan besar-besaran pada struktur kepemimpinan di tingkat wilayah dan daerah.
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin resmi merotasi 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan 65 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan institusi dan penyegaran organisasi.
Langkah strategis ini tertuang dalam dua surat keputusan terpisah yang diterbitkan pada Senin (13/4/2026), yakni Keputusan Jaksa Agung Nomor 488 Tahun 2026 untuk level Kajati, serta Surat Keputusan Nomor KEP-IV-347/C/04/2026 untuk level Kajari.
Salah satu poin menonjol dalam mutasi kali ini adalah pergeseran diagonal terhadap mantan Kajari Kabupaten Karo, Danke Rajagukguk.
Danke ditarik ke pusat untuk mengisi jabatan fungsional setelah sebelumnya sempat diperiksa oleh Kejaksaan Agung terkait polemik penanganan perkara hukum yang melibatkan seorang videografer di Karo, Amral Sitepu.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa mutasi merupakan instrumen rutin untuk menjaga ritme kerja kementerian dan lembaga.
“Mutasi adalah hal yang lumrah dan berkelanjutan. Di dalamnya mencakup aspek promosi, rotasi, hingga demosi jika diperlukan. Untuk saudari Danke, mutasi dilakukan secara diagonal ke jabatan fungsional,” terang Anang di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Kejaksaan Agung juga tampak menerjunkan figur-figur yang memiliki rekam jejak kuat di bidang penyidikan khusus ke daerah.
Yadyn Palebangan, yang sebelumnya menjabat Kasubdit Penyidikan Tipikor dan TPPU pada Direktorat Penyidikan Jampidsus, kini dipercaya menjabat sebagai Kajari Jember.
Penunjukan Yadyn menggantikan Yenita Sari, yang baru menjabat selama tiga bulan, dinilai sebagai sinyal kuat dari Kejagung untuk memperketat pengawasan dan penanganan perkara korupsi di daerah melalui jaksa-jaksa berpengalaman dari pusat.
Melalui rotasi ini, Korps Adhyaksa menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan internal.
Selain sebagai bentuk apresiasi atas prestasi (promosi), mutasi ini diharapkan mampu memutus potensi stagnasi kepemimpinan di unit kerja daerah serta menjaga independensi jaksa dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
Di tingkat provinsi, sejumlah posisi strategis kini memiliki nakhoda baru. Demikian pula di tingkat kabupaten/kota, ada sejumlah 65 kepala Kejaksaan Negeri yang mengalami pergantian.
Berikut daftar 14 Kajati yang mendapat promosi:
- Dr. Abdul Qohar AF menjabat sebagai Kajati Jawa Timur.
- Dr. Sutikno menjabat sebagai Kajati Jawa Barat.
- Teguh Subroto menjabat sebagai Kajati Jawa Tengah.
- Muhibuddin menjabat sebagai Kajati Sumatera Utara, menggantikan Harli Siregar yang dipromosikan menjadi Inspektur III pada Jamwas Kejagung.
- Riono Budisantoso, mantan Direktur Penuntutan pada Jampidsus, kini menjabat sebagai Kajati Kepulauan Bangka Belitung.
- I Dewa Gede Wirajana menjabat sebagai Kajati Riau.
- Saiful Bahri Siregar menjabat sebagai Kajati Bengkulu.
- Dedie Tri Hariyadi menjabat sebagai Kajati Sumatera Barat.
- Dr. Sugeng Riyanta menjabat sebagai Kajati Sulawesi Tenggara.
- Dr. Sila Haholongan menjabat sebagai Kajati Sulawesi Selatan.
- Zullikar Tanjung menjabat sebagai Kajati Sulawesi Tengah.
- Budi Hartawan Panjaitan menjabat sebagai Kajati Sulawesi Barat.
- Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare menjabat sebagai Kajati Gorontalo
- Setiawan Budi Cahyono menjabat sebagai Kajati Bali
Daftar 65 Kajari baru:
- Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh
- Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu
- R Firmansyah sebagai Kajari Barito Utara
- Dado Achmad Ekroni sebagai Kajari Serang
- Adi Rifani sebagai Kajari Lebak
- Subagio Gigih Wijaya sebagai Kajari Ende
- David Palapa Duarsa sebagai Kajari Bondowoso
- Taufik sebagai Kajari Sarolangun
- Herman Kondo Siriwa sebagai sebagai Kajari Kabupaten Murung Raya
- Adi Imanuel Palebangan sebagai Kajari Tomohon
- Petrus Andri Parlindungan Napitupulu sebagai Kajari Bangka Tengah
- Fitri Zulfahmi sebagai Kajari Mamuju
- Anto Widi Nugroho sebagai Kajari Tanjung Jabung Timur
- Herlambang Saputro sebagai Kajari Seram Bagian Barat
- Harwanto sebagai Kajari Penajam Paser Utara
- Koko Erwinto Danarko sebagai Kajari Luwu Utara
- Deddy Sutendy sebagai Kajari Kota Cirebon
- Syahrir Jasman sebagai Kajari Batubara
- Irfan Nirwana Satriyadi sebagai Kajari Aceh Barat
- Febrianda Ryendra sebagai Kajari Cilegon
- Robby Permana Amri sebagai Kajari Rote Ndao
- Hartadhi Christianto sebagai Kajari Padang Sidempuan
- Pradhana Probo Setyarjo sebagai Kajari Kota Tangerang
- I Ketut Sudiarta sebagai Kajari Maros
- Ilham Wahdini sebagai Kajari Seram Bagian Timur
- Mohammad R. Bugis sebagai Kajari Tanjung Jabung Barat
- Krisnandar sebagai Kajari Kabupaten Kepulauan Tanimbar
- Budiman sebagai Kajari Sinjai
- Rindang Onasia sebagai Kajari Pangkal Pinang
- Retno Setyowati sebagai Kajari Sukoharjo
- Yuli Andri sebagai sebagai Kajari Empat Lawang
- Indra Gunawan sebagai Kajari Dharmasraya
- Taupiq Djalal sebagai Kajari Bau-Bau
- Alezander Zaldi sebagai Kajari Labuhanbatu Selatan
- Widarto Adi Nugroho sebagai Kajari Tual
- Nurul Hidayat sebagai Kajari Sawahlunto
- Sutrisno sebagai Kajari Ngada
- Muhammad Indra Muda Nasution sebagai Kajari Brebes
- M. Emri Kurniawan sebagai Kajari Tapanuli Selatan
- Medie sebagai Kajari Tabanan
- Nurwendah Arumsari sebagai Kajari Solok
- Teddy Rorie sebagai Kajari Kudus
- Ryan Jerry Untu sebagai Kajari Flores Timur
- Bambang Sunoto sebagai Kajari Banyumas
- Rahmat sebagai Kajari Halmahera Utara
- Rully Mutiara sebagai Kajari Rembang
- Noptra sebagai Kajari Agam
- Yadyn Palebangan sebagai Kajari Jember
- Soekesto Ariesto sebagai Kajari Magetan
- Rustandi Gustawirya sebagai Kajari Kabupaten Pasuruan
- Badri Wasil sebagai Kajari Aceh Jaya
- Dicky Darmawan sebagai Kajari Buleleng
- Mernawati sebagai Kajari Dumai
- Purnama sebagai Kajari Sragen
- Dian Herdiman sebagai Kajari Parigi Moutong
- Jeffry Paultje Maukar sebagai Kajari Labuhan Batu
- Saptono sebagai Kajari Lampung Timur
- Tasjrifin Muljana Abdul sebagai Kajari Kotamobagu
- Normadi Elfajr sebagai Kajari Hulu Sungai Selatan
- Nurul Anwar sebagai Kajari Kota Mojokerto
- Dwi Hadi Purnomo sebagai Kajari Boalemo
- Romadu Novelino sebagai Kajari Kolaka
- Erwin Widihantono sebagai Kajari Bitung
- Edmond Novvery Purba sebagai Kajari Karo
- Imam Fauzi sebagai Kajari Nias Selatan (MT)


