13 April 2026, 0:29 AM WIB

Jelang Pemberangkatan Haji, Jemaah Ditempa Fisik dengan Manasik di Asrama Haji Surabaya

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang jadwal keberangkatan haji ke tanah suci mulai 22 April mendatang, para jemaah haji terus melakukan pemantapan.

Mengingat ibadah haji sekitar 90 persen mengandalkan kekuatan fisik, maka pembekalan pengetahuan teknis dan praktik pelaksanaan ibadah menjadi sangat penting.

Salah satunya terlihat dari kegiatan manasik haji yang digelar di Asrama Haji Surabaya, Minggu (12/4).

Tidak hanya jemaah dari Surabaya, kelompok bimbingan dari luar kota juga memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan simulasi ibadah haji, mulai dari mengelilingi replika Ka’bah hingga simulasi melempar jumrah, yang dipandu langsung oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Dalam kegiatan tersebut, jemaah mempraktikkan seluruh rangkaian rukun haji, mulai dari memakai pakaian ihram dan berniat, tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, hingga melontar Jumratul Aqabah.

WhatsApp Image 2026-04-12 at 16.22.40
Jemaah haji saat melakukan manasik keliling Ka’bah di Asrama Haji Surabaya sebagai pemantapan sebelum berangkat ke tanah suci. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Ketua KBIH Al-Ikhlas dari Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Umar Faruq, menjelaskan bahwa kegiatan di Asrama Haji ini merupakan agenda pemantapan terakhir. Seluruh jemaah telah mengikuti serangkaian pembinaan yang intensif sejak jauh hari.

“Kita punya agenda sekitar 14 kali pertemuan. Salah satunya ada dua peragaan: yang pertama kami lakukan sendiri di kantor kami di Nogosari, kemudian yang kedua kita laksanakan di sini. Dan ini agenda rutin kami setiap tahun,” terang Umar.

Ia juga menegaskan kesiapan mental para jemaah. Menurutnya, haji adalah panggilan Illahi, sehingga seluruh persiapan sudah dilakukan semaksimal mungkin, namun hasil akhir diserahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.

“Berangkat dan tidaknya, insyaallah jemaah siap. Siap berangkat, siap tidak berangkat. Haji itu panggilan, jadi kita menyerahkan diri kepadanya. Kita minta yang terbaik. Kalau memang Allah menghendaki berangkat tahun ini, kita siap apa pun dengan risiko apa pun,” ujarnya.

Dalam mempersiapkan jemaah, Umar juga menekankan pentingnya informasi yang baik menghindari hoaks, terlebih saat ini konflik timur tengah masih memanas. Ia mengimbau jemaah untuk tidak mudah terpancing oleh berita di luar jalur resmi demi menjaga ketenangan hati.

“Kita tekankan bahwa jemaah enggak usah mengikuti berita-berita yang dari luar. Jadi kita harus satu pintu, satu arahan dari Kementerian Haji dan Umrah, itu saja. Biar nanti jemaah tidak terlalu banyak informasi yang membingungkan,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Umar menilai kesiapan jemaah sudah sangat matang, baik dari segi fisik maupun pemahaman manasik. Hal ini didukung dengan banyaknya agenda bimbingan yang diadakan, mulai dari internal KBIH, pemerintah daerah, hingga Kemenhaj.

“Sudah cukup, di samping bimbingan kami, dari Pemda dan Kementerian Haji dan umrah juga melaksanakan bimbingan manasik. Saya kira itu lebih dari cukup. Jadi insyaallah jemaah sudah siap semua,” tegasnya.

Sementara terkait rute perjalanan udara yang dikabarkan memutar menghindari area konflik, ia mengaku masih menunggu kepastian resmi dari pemerintah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan menuju Tanah Suci.

KBIH Al-Ikhlas tahun ini memberangkatkan total 70 jemaah, dengan rincian 35 laki-laki dan 35 perempuan. Terdapat sekitar 6-7 jemaah lansia, dengan usia tertua mencapai 78 tahun.

Jemaah dari Kabupaten Pasuruan ini tergabung dalam Kloter 9 yang dijadwalkan masuk asrama pada 23 April 2026. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang jadwal keberangkatan haji ke tanah suci mulai 22 April mendatang, para jemaah haji terus melakukan pemantapan.

Mengingat ibadah haji sekitar 90 persen mengandalkan kekuatan fisik, maka pembekalan pengetahuan teknis dan praktik pelaksanaan ibadah menjadi sangat penting.

Salah satunya terlihat dari kegiatan manasik haji yang digelar di Asrama Haji Surabaya, Minggu (12/4).

Tidak hanya jemaah dari Surabaya, kelompok bimbingan dari luar kota juga memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan simulasi ibadah haji, mulai dari mengelilingi replika Ka’bah hingga simulasi melempar jumrah, yang dipandu langsung oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Dalam kegiatan tersebut, jemaah mempraktikkan seluruh rangkaian rukun haji, mulai dari memakai pakaian ihram dan berniat, tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, hingga melontar Jumratul Aqabah.

WhatsApp Image 2026-04-12 at 16.22.40
Jemaah haji saat melakukan manasik keliling Ka’bah di Asrama Haji Surabaya sebagai pemantapan sebelum berangkat ke tanah suci. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Ketua KBIH Al-Ikhlas dari Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Umar Faruq, menjelaskan bahwa kegiatan di Asrama Haji ini merupakan agenda pemantapan terakhir. Seluruh jemaah telah mengikuti serangkaian pembinaan yang intensif sejak jauh hari.

“Kita punya agenda sekitar 14 kali pertemuan. Salah satunya ada dua peragaan: yang pertama kami lakukan sendiri di kantor kami di Nogosari, kemudian yang kedua kita laksanakan di sini. Dan ini agenda rutin kami setiap tahun,” terang Umar.

Ia juga menegaskan kesiapan mental para jemaah. Menurutnya, haji adalah panggilan Illahi, sehingga seluruh persiapan sudah dilakukan semaksimal mungkin, namun hasil akhir diserahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.

“Berangkat dan tidaknya, insyaallah jemaah siap. Siap berangkat, siap tidak berangkat. Haji itu panggilan, jadi kita menyerahkan diri kepadanya. Kita minta yang terbaik. Kalau memang Allah menghendaki berangkat tahun ini, kita siap apa pun dengan risiko apa pun,” ujarnya.

Dalam mempersiapkan jemaah, Umar juga menekankan pentingnya informasi yang baik menghindari hoaks, terlebih saat ini konflik timur tengah masih memanas. Ia mengimbau jemaah untuk tidak mudah terpancing oleh berita di luar jalur resmi demi menjaga ketenangan hati.

“Kita tekankan bahwa jemaah enggak usah mengikuti berita-berita yang dari luar. Jadi kita harus satu pintu, satu arahan dari Kementerian Haji dan Umrah, itu saja. Biar nanti jemaah tidak terlalu banyak informasi yang membingungkan,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Umar menilai kesiapan jemaah sudah sangat matang, baik dari segi fisik maupun pemahaman manasik. Hal ini didukung dengan banyaknya agenda bimbingan yang diadakan, mulai dari internal KBIH, pemerintah daerah, hingga Kemenhaj.

“Sudah cukup, di samping bimbingan kami, dari Pemda dan Kementerian Haji dan umrah juga melaksanakan bimbingan manasik. Saya kira itu lebih dari cukup. Jadi insyaallah jemaah sudah siap semua,” tegasnya.

Sementara terkait rute perjalanan udara yang dikabarkan memutar menghindari area konflik, ia mengaku masih menunggu kepastian resmi dari pemerintah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan menuju Tanah Suci.

KBIH Al-Ikhlas tahun ini memberangkatkan total 70 jemaah, dengan rincian 35 laki-laki dan 35 perempuan. Terdapat sekitar 6-7 jemaah lansia, dengan usia tertua mencapai 78 tahun.

Jemaah dari Kabupaten Pasuruan ini tergabung dalam Kloter 9 yang dijadwalkan masuk asrama pada 23 April 2026. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait