10 March 2026, 6:39 AM WIB

Kadin Sidoarjo dan Forwas Tadarus Jurnalistik Bahas Dampak Fenomena Global terhadap Sidoarjo

spot_img

Ramadan bukan hanya saat yang tepat untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Bulan Suci ini juga menjadi waktu yang sangat mulia demi meningkatkan wawasan. Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) mengadakan Tadarus Jurnalistik untuk membedah bagaimana dampak fenomena global terhadap perkembangan lokal.

Tadarus Jurnalistik itu menghadirkan narasumber Ketua Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin dan Asisten II Pemkab Sidoarjo Bahrul Amig. Diskusi itu berlangsung selama 3 jam di Balai Wartawan Sidooarjo pada Jumat malam (7 Maret 2026). Hangat dan tajam. Dihadiri para jurnalis, pengusaha, maupun mahasiswa.

Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin pengukuhan
Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin saat dikukuhkan di Pendopo Delta Wibawa pada 2025 lalu. (Foto: METROTODAY) 

Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin menekankan pentingnya pelaku usaha membaca anomali pasar yang dipicu oleh perubahan perilaku generasi muda, mulai dari Gen Z hingga Gen Alpha. Kreativitas visual kini menjadi nilai jual yang tak terelakkan.

”Pelaku usaha harus bisa membaca perilaku konsumen. Saat ini, kebutuhan akan tempat yang ‘instagramable’ menjadi tren. Kita harus kreatif agar operasional lebih efisien, namun tetap relevan dengan pasar,” ujar Ubaidillah Nurdin.

Selain aspek estetika, Ubaidillah menyoroti urgensi pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar internasional. Kadin Sidoarjo telah berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo dan sudah berhasil memfasilitasi ekspor produk lokal. Di antaranya, pengiriman komoditas kopi ke Inggris hingga kerupuk. Kadin Sidoarjo membantu mereka.

”Kadin Sidoarjo melatih UMKM agar produknya memenuhi standar ekspor, kemudian mempertemukan mereka dengan pembeli (buyer). Pendampingan dilakukan dari hulu hingga sukses ekspor,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig mengapresiasi kiprah dan perhatian Kadin Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo bisa berkolaborasi dengan Kadin Sidoarjo untuk bersama-sama mendukung pembangunan Sidoarjo.

Bahrul Amig memaparkan perlunya perubahan paradigma dalam birokrasi. Dia menilai pemerintah tidak lagi bisa bekerja secara kaku dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang sangat cepat.

”Pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan otoritas tanpa mempertimbangkan langkah-langkah bisnis. Harus ada keseimbangan antara regulasi dan ruang inovasi bagi masyarakat,” kata Bahrul Amig.

Mantan kepala DLHK Sidoarjo ini juga mengusulkan perombakan metode pemberdayaan ekonomi. Tidak hanya mengandalkan pembinaan konvensional oleh birokrasi. Dia mendorong pendekatan pendampingan (mentoring) yang melibatkan pelaku usaha sukses. Salah satunya, pengusaha yang sudah terbukti berhasil dalam Kadin Sidoarjo.

”Pemberdayaan akan jauh lebih efektif jika pemerintah melibatkan pelaku UMKM yang sudah mapan untuk membimbing mereka yang baru merintis. Mulai produksi hingga pemasaran,” tegasnya.

Masukan dan kritik dari para peserta diskusi juga banyak muncul. Mulai tentang fasilitas pemerintah yang dirasa masih terkesan eksklusif, sampai persoalan pajak yang banyak dikeluhkan juga menjadi perbincangan hangat.

Beberapa mahasiswa juga membahas program-program pelatihan kerja yang digelar pemerintah. Kegiatan kurang optimal dan belum jelas hasilnya. Sementara pelaku UMKM yang hadir lebih banyak menyoroti peran pemerintah dalam memfasilitasi mereka.

Melalui forum ini, Forwas berharap tercipta sinergi nyata antara pers, pemerintah, dan sektor swasta. Langkah kolaboratif tersebut diyakini mampu menjadi benteng pertahanan ekonomi daerah sekaligus mesin pertumbuhan bagi Sidoarjo di masa depan. (MT)

spot_img

Ramadan bukan hanya saat yang tepat untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Bulan Suci ini juga menjadi waktu yang sangat mulia demi meningkatkan wawasan. Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) mengadakan Tadarus Jurnalistik untuk membedah bagaimana dampak fenomena global terhadap perkembangan lokal.

Tadarus Jurnalistik itu menghadirkan narasumber Ketua Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin dan Asisten II Pemkab Sidoarjo Bahrul Amig. Diskusi itu berlangsung selama 3 jam di Balai Wartawan Sidooarjo pada Jumat malam (7 Maret 2026). Hangat dan tajam. Dihadiri para jurnalis, pengusaha, maupun mahasiswa.

Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin pengukuhan
Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin saat dikukuhkan di Pendopo Delta Wibawa pada 2025 lalu. (Foto: METROTODAY) 

Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin menekankan pentingnya pelaku usaha membaca anomali pasar yang dipicu oleh perubahan perilaku generasi muda, mulai dari Gen Z hingga Gen Alpha. Kreativitas visual kini menjadi nilai jual yang tak terelakkan.

”Pelaku usaha harus bisa membaca perilaku konsumen. Saat ini, kebutuhan akan tempat yang ‘instagramable’ menjadi tren. Kita harus kreatif agar operasional lebih efisien, namun tetap relevan dengan pasar,” ujar Ubaidillah Nurdin.

Selain aspek estetika, Ubaidillah menyoroti urgensi pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar internasional. Kadin Sidoarjo telah berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo dan sudah berhasil memfasilitasi ekspor produk lokal. Di antaranya, pengiriman komoditas kopi ke Inggris hingga kerupuk. Kadin Sidoarjo membantu mereka.

”Kadin Sidoarjo melatih UMKM agar produknya memenuhi standar ekspor, kemudian mempertemukan mereka dengan pembeli (buyer). Pendampingan dilakukan dari hulu hingga sukses ekspor,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo Bahrul Amig mengapresiasi kiprah dan perhatian Kadin Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo bisa berkolaborasi dengan Kadin Sidoarjo untuk bersama-sama mendukung pembangunan Sidoarjo.

Bahrul Amig memaparkan perlunya perubahan paradigma dalam birokrasi. Dia menilai pemerintah tidak lagi bisa bekerja secara kaku dalam menghadapi dinamika dunia usaha yang sangat cepat.

”Pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan otoritas tanpa mempertimbangkan langkah-langkah bisnis. Harus ada keseimbangan antara regulasi dan ruang inovasi bagi masyarakat,” kata Bahrul Amig.

Mantan kepala DLHK Sidoarjo ini juga mengusulkan perombakan metode pemberdayaan ekonomi. Tidak hanya mengandalkan pembinaan konvensional oleh birokrasi. Dia mendorong pendekatan pendampingan (mentoring) yang melibatkan pelaku usaha sukses. Salah satunya, pengusaha yang sudah terbukti berhasil dalam Kadin Sidoarjo.

”Pemberdayaan akan jauh lebih efektif jika pemerintah melibatkan pelaku UMKM yang sudah mapan untuk membimbing mereka yang baru merintis. Mulai produksi hingga pemasaran,” tegasnya.

Masukan dan kritik dari para peserta diskusi juga banyak muncul. Mulai tentang fasilitas pemerintah yang dirasa masih terkesan eksklusif, sampai persoalan pajak yang banyak dikeluhkan juga menjadi perbincangan hangat.

Beberapa mahasiswa juga membahas program-program pelatihan kerja yang digelar pemerintah. Kegiatan kurang optimal dan belum jelas hasilnya. Sementara pelaku UMKM yang hadir lebih banyak menyoroti peran pemerintah dalam memfasilitasi mereka.

Melalui forum ini, Forwas berharap tercipta sinergi nyata antara pers, pemerintah, dan sektor swasta. Langkah kolaboratif tersebut diyakini mampu menjadi benteng pertahanan ekonomi daerah sekaligus mesin pertumbuhan bagi Sidoarjo di masa depan. (MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait