METROTODAY, DOHA – Timnas Indonesia U-17 menorehkan sejarah besar pada gelaran Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Garuda Muda sukses meraih kemenangan perdana mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen elite FIFA tersebut setelah menundukkan Honduras U-17 dengan skor 2-1 pada laga pamungkas Grup H di Lapangan 2 Aspire Zone, Al Rayyan. Hasil ini juga menempatkan Indonesia sebagai negara ASEAN pertama yang berhasil memenangkan pertandingan di Piala Dunia U-17.
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Indonesia yang tampil dengan determinasi penuh menunjukkan keberanian dalam duel, organisasi permainan yang rapi, dan transisi cepat yang membuat Honduras beberapa kali kesulitan.
Tekanan yang konsisten akhirnya berbuah peluang emas ketika wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak terlarang.
Evandra Florasta, yang tampil sebagai kapten, menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-52. Sepakannya yang terukur ke sisi kiri gawang membuat Indonesia unggul 1-0 dan memicu sorakan suporter yang memadati stadion.
Namun keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit. Honduras mendapat penalti setelah handsball di area pertahanan Indonesia. Luis Suazo yang maju sebagai algojo berhasil menaklukkan kiper Ikram Al-Ghifary dan menyamakan skor menjadi 1-1.
Alih-alih tertekan, Garuda Muda justru bangkit dan kembali meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya tiba di menit ke-72 saat Fadly Alberto Hengga mencetak gol penentu kemenangan setelah memanfaatkan bola muntah hasil kemelut di depan gawang.
Gol tersebut menjadi momen krusial yang mengangkat mental pemain Indonesia hingga laga berakhir.
Meski menutup fase grup dengan tiga poin, Indonesia tetap tidak lolos ke babak 16 besar karena kalah selisih gol dari pesaing lain di peringkat ketiga terbaik.
Kendati demikian, kemenangan ini disambut sebagai pencapaian monumental bagi perjalanan sepak bola usia muda Indonesia. Media-media nasional dan regional juga menyoroti kemenangan ini sebagai babak baru bagi reputasi sepak bola ASEAN di level global.
Pencapaian tersebut menjadi cerminan perkembangan signifikan pembinaan sepak bola Indonesia, khususnya di sektor usia muda.
Banyak pihak menilai kemenangan ini dapat menjadi momentum penting untuk terus memperkuat fondasi akademi, pelatihan, dan kompetisi usia dini di Tanah Air.
Dukungan publik pun terus mengalir. Para pendukung menilai performa Garuda Muda di Qatar telah menunjukkan potensi besar generasi baru sepak bola nasional. Dengan fondasi kuat dan pembinaan berkelanjutan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan baru di kompetisi junior dunia pada masa mendatang.
Kemenangan atas Honduras bukan hanya tiga poin tetapi simbol kemajuan, optimisme, dan harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Garuda Muda pulang dari Qatar dengan kepala tegak, membawa sejarah yang akan dikenang untuk waktu yang lama. (ervin/red)

