Oleh karena itu, menciptakan ruang digital yang sehat dan aman memerlukan perubahan cara pandang, mulai dari tingkat individu, masyarakat, hingga penyusunan kebijakan.
Di akhir pernyataannya, Prof Myrta berpesan agar perempuan tidak gentar dan tetap percaya diri menyuarakan gagasan.
Ia menekankan bahwa kehadiran dan perspektif perempuan sangat dibutuhkan di dunia digital, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan sebagai bentuk perlindungan diri.
“Jangan biarkan rasa takut membuat diri mengecil. Dunia digital membutuhkan suara, karya, perspektif, dan keberadaan perempuan. Namun pada saat yang sama, penting juga untuk memahami bahwa menjaga diri di ruang digital bukan tanda lemah, melainkan bentuk kesadaran dan perlindungan diri,” pungkasnya. (ahm)
Pemerintah Kota Surabaya menegur pihak kontraktor yang menggunakan identitas Pemkot Surabaya pada kendaraan proyek di…
Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 resmi berakhir dengan digelarnya pertandingan final di…
Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek betonisasi ruas Jalan…
Bupati Sidoarjo H. Subandi menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat penerima bantuan…
Tradisi Muludan atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tetap terjaga di Kampung Nelayan Cumpat, Kedung…
Warga di kawasan Jalan Alas Malang, Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, digegerkan dengan penemuan seekor…
This website uses cookies.